Jelajahi Pulau Sumba, Marianus Sae Sambangi Kampung Raja Prailiu

0
946
Marianus Sae bersama tim di Pulau Sumba. (Foto: ES).

Waingapu, Floresa.co – Bakal calon (Balon) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2018-2023, Marianus Sae gelar tour ke Pulau Sumba, dari 21-23 Oktober 2017. Mengawali roadshow di pulau tersebut, dirinya berkesempatan mengunjungi Kampung Raja Prailiu, di Kota Waingapu-Sumba Timur, pada Minggu 22 Oktober 2017.

Bersama Bajawa Trail Community (BTC), grup motor asal Kota Bajawa-Ngada, Marianus disambut oleh Tamu Umbu Pingiai, Raja Lewa Kambera.

Kerajaan Kambera, dahulunya adalah kerajaan terluas di antara semua kerajaan yang berada di Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Pada kesempatan itu, Marianus dikalungkan dengan kain Kombu, yakni kain adat Sumba yang merupakan simbol persaudaraan dalam menerima tamu.

Bersua Umbu Pingiai, Marianus mengisahkan pengalamannya roadshow di Pulau Flores dan Timor.

Di Nusa Nipa nama lain dari Pulau Flores, ia bersama tim melintasi jalan sepanjang kurang lebih 657 kilometer, dari Labuan Bajo sampai Larantuka.

Di Pulau Timor, mengarungi jalan sepanjang kurang lebih 277 kilometer, dari Atambua hingga Kota Kupang. Sementara di Pulau Sumba, menempuh jarak mencapai 184 kilometer dari Waingapu hingga Tambolaka.

Total Marianus menyelesaikan roadshow sepanjang 1.118 kilometer ruas jalan di Provinsi Kepulauan tersebut.

Di hadapan Raja Lewa Kambera, Marianus menyampaikan sejumlah program, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi prioritasnya. “Jalan merupakan urat nadi ekonomi masyarakat,” kata Marianus.

Ia juga menyampaikan rasa hormat dan bangga bisa hadir di tengah keluarga besar Raja Lewa Kambera.

“Saya mengucapkan banyak limpah terima kasih, karena sudah diterima di Kampung Raja ini.”

“Jika Tuhan berkenan dan masyarakat juga berkenan saya jadi gubernur, berikan saya waktu hanya 3 tahun saja untuk membangun NTT dari desa,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu, 21 Oktober malam, bupati 2 periode tersebut berkesempatan menemui keluarga besar Ngada dan Nagekeo di Kota Waingapu.

Saat itu, puluhan warga sudah menanti. Mereka terlihat sangat antusias berjumpa bupati 2 periode itu secara dekat.

Di hadapan warga Ngada dan Nagekeo diaspora itu, Marianus menceritakan sejumlah program kerja jika dirinya terpilih menjadi gubernur serta pengalaman dan kesuksesannya memimpin Ngada.

“Dahulunya (Ngada) menjadi salah satu daerah tertinggal, (namun) kini menjadi daerah yang cukup berkembang,” tutupnya. (ES/ARJ/Floresa).

 

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini