Baru Seminggu Beroperasi, Hotel di Labuan Bajo Disegel

1
5499
Satpol PP dan pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum Manggarai Barat sedang berdialog dengan perwakilan pihak Hotel Mawar, Selasa 10 Oktober 2017, sebelum menyegel bangunan hotel yang baru beroperasi seminggu. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Floresa.co   Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyegel hotel di kota Labuan Bajo, Selasa, 10 Oktober 2017 karena dianggap sebagai bangunan ilegal.

Hotel Mawar, yang terletak di dekat area wisata kuliner Kampung Ujung merupakan salah satu dari 14 bangunan ilegal yang menjadi sasaran operasi dan terancam akan dibongkar.

Sebelum menyegel hotel, Pol PP dan pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sempat berdialog dengan Hendrikus Rema, kuasa hukum pihak hotel.

Rema mengatakan, pihaknya sudah memenuhi seluruh persyaratan agar mengantongi Izin Prinsip Lokasi (IPL).

“Berkas sudah lengkap sesuai permintaan dari dinas perizinan, tetapi sampai sekarang belum juga keluar izinnya,” katanya.

“Sambil menunggu izin, kita perlahan membuka usaha ini dan baru satu Minggu hotel ini dioperasi,” lanjut Rema.

Namun, ia kemudian mengatakan, berterima kasih kepada Pol PP.

“Semoga menjadi pelajaran penting untuk masyarakat,” katanya.

Kasat POl PP, John Karjon mengatakan akan membongkar secara paksa bangunan yang tidak mengantongi izin.

Ia menjelaskan sudah berkali-kali melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan, yang tidak saja tidak memiliki izin tapi juga menyalahi aturan tata ruang.

“Bangunan yang sudah segel kalau tetap dibangun maka kita akan bongkar paksa,” katanya.

Pantauan Floresa.co, selain menyegel Hotel Mawar, Pol PP juga membongkar paksa bangunan lapak cor beton di samping Hotel Centro Bajo.

Aparat sedang mencopot iklan yang ditempel di depan bangunan Hotel Mawar. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Sementara itu, seorang warga Maksi Nggaus yang bangunan lantai dua miliknya sudah disegel beberapa waktu lalu, kini mulai dibangun lagi.

Police line yang sebelumnya dipasang di lokasi bangunan yang terletak di Jalan Trans Flores, dekat Patung Komodo itu sudah tidak kelihatan.

Menanggapi hal itu, John Karjon mengatakan akan segera membongkar bangunan milik Maksi. (Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. Bangunan di Labuan Bajo memang banyak yang tidak tertib dan tidak teratur. Sungguh sangat merusak pemandangan dan tidak menunjukkan bangunan yang berada di Kota Pariwisata. Seharusnya bangunan-bangunan toko/kantor-kantor travel agen di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta juga ditertibkan. Mohon keberanian pemerintah untuk melakukan hal ini.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini