Titah Uskup Leteng untuk Imam Baru: Jangan Terpengaruh Situasi

4
3172
Mgr Hubertus Leteng Pr saat memberikan sambutan dalam acara tahbisan lima imam baru di Paroki St Paulus Mano, Rabu, 4 Oktober 2017. (Foto: ARJ)

Floresa.co – Mgr Hubertus Leteng menyampaikan pesan kepada imam baru yang ia tahbiskan pada Rabu, 4 Oktober 2017, agar mereka memegang komitmen pada tugas yang akan diemban.

“Untuk para imam baru, jangan terpengaruh situasi,” katanya kepada lima imam Keuskupan Ruteng yang ia tahbiskan di Paroki St Paulus Mano, yakni Rm Patris Suryadi, Rm Malung Benyamin, Rm Endick Suhadin, Rm Marsel Nono dan Rm Riki Pangkur.

“Yang menabhiskanmu adalah uskupmu saat ini, pimpinanmu,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Uskup Leteng tidak secara eksplisit menyebut situasi yang ia maksud. Namun, dalam khotbahnya, ia sempat menyinggung terkait petisi tentang dirinya, yang ia sebut, “bukanlah cara gereja” tetapi “cara dunia.”

Uskup Leteng memang sedang didera kasus terkait penyalahgunaan wewenang, yang membuat Vatikan mengutus Visitator Apostolik, Mgr Antonius Bunjamin Subianto, yang juga Uskup Bandung untuk menyelidiki masalah ini.

BACA: Vatikan Ambil Tindakan Terkait Kasus Uskup Leteng

Uskup Bunjamin sudah ke Ruteng pada Agustus lalu.

Beberapa tahun lalu juga beredar petisi di internet yang menuntutnya meletakkan jabatan akibat kasus itu, di mana dia dituding terlibat skandal. Puluhan imam juga sempat menyatakan protes terhadap kepemimpinannya, lewat sejumlah surat pernyataan pengunduran diri mereka dari sejumlah jabatan strategis.

Pesan lain Mgr Leteng saat di Mano adalah, “Kalian (imam baru) jangan menghalangi umat untuk mendapat berkat imam dan berkat uskup.”

Ia juga menyatakan, “Kalian sudah diberi yurisdiksi, kalau itu dicabut, nanti kamu gimana?” meski tanpa menjelaskan lebih jauh soal latar belakang pernyataannya itu.

Ia juga meminta para imam baru untuk selalu tersenyum, bahagia dalam menjalankan tugas.

”Barangsiapa tersenyum, dia selalu diberi rahmat Allah,” katanya. (ARJ/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

4 Komentar

  1. Aneh sekali Gereja Katolik masih membiarkan uskup pencuri uang keuskupan dan pembohong ini dg bebasnya terus membohongi umat dan merusak Gereja.

  2. Alangkah baiknya jika kita bersikap bijak menanggapi persoalan dan isu yg trjadi.berbicara tentang pemimpin gereja dan gereja berarti berbicara tentang kita….

  3. Kalai bersih, knapa takut? Sebelum perintahkan ke orang lain, periksa diri sendiri bung…. Berlindung di balik hirarki & mitra uskup, spirit klerus abad pertengahan, anda cm manusia biasa, bukan majikan roh kudus!

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini