Kapolres Manggarai Sindir Bupati Manggarai Timur

1
1560
Kapolres Manggarai, NTT, AKBP Marselis Karrong (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

FLORESA.CO – Kepala Kepolisian Resort Manggarai, NTT Marselis Sarimin Karong menyindir bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote terkait persoalan penutupan pasir.

Seperti diberitakan, Kepolisian menutup sejumlah lokasi penggalian pasir di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur.

Terkait penutupan tersebut, Bupati Manggarai Deno Kamelus, Senin (4/9 siang bertemu dengan Kapolres membahas penutupan sejumlah lokasi penggalian pasir ini.

“Ini baru pemimpin. Ketika rakyatnya mengalami persoalan, ia lalu mengurusnya”, puji Kapolres Marselis kepada Deno.

BACA:Bupati Deno Temui Kapolres Manggarai Bahas Penutupan Galian C

Berbeda dengan Bupati Deno yang aktif berkomunikasi dengan dirinya dan bahkan hari ini bertemu untuk membahas masalah penutupan pasiar ini, menurut Marselis, bupati Manggarai Timur belum berkomunikasi dengan dirinya.

“Bukan seperti Bupati Manggarai Timur Yos itu. Mana dia mau ketemu kapolres membahas masalah ini, “ujarnya.

Kepolisian Resort Manggarai menutup  lokasi penggalian pasir di Manggarai Timur yaitu di desa Compang Ndejing kecamatan Borong dan di desa Watu Mori (Bondo), kecamatan Rana Mese pada 29 Agustus lalu.

Di Manggarai, penggalian pasir yang ditutup adalah di Wae Reno pada 18 Agustus 2017 dan di Weol, Cancar pada 28 Agustus 2017. Juga di Wae Pesi, Reok pada pekan lalu.

Penutupan lokasi pasir ini telah merisaukan banyak orang di Manggarai. Tidak hanya penambang pasir yang sudah lama hidup dari pasir, tetapi juga kalangan pengusaha dan pemerintah. Karena, penutupan penggalian pasir menyebabkan terhambatnya sejumlah proyek pemerintah dan juga pembangunan lainnya di Manggarai. (Ferdinand Ambo/Floresa)

 

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Yg lebih penting utk dibahas adalah apakah penutupan penambangan pasir ada dasar hukumnya.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini