Bagaimana Nasib Enam Tersangka Penggalian Pasir Wae Reno?

0
585
Galian pasir Wae Reno (Foto: Floresa)

FLORESA.CO – Bupati Manggarai,NTT Kamelus Deno bertemu Kepala Kepolisian Resort Manggarai, Senin siang (4/9). Pertemuan selama dua jam itu membahas penutupan sejumlah lokasi penambangan pasir atau galian C di wilayah Manggarai.

Usai pertemuan, Deno mengatakan akan segera mengurus izin lokasi galian C yang ditutup agar proses pembangunan di Manggarai tidak terhenti. (Baca: Usai Sowan ke Kapolres, Pemkab Manggarai Janji Segera Urus Izin Galian C)

Maklum, salah satu lokasi galian C yang ditutup adalah Wae Reno di desa Ranaka kecamatan Wae Ri’i. Dari sinilah selama ini sumber pasir untuk sejumlah proyek infrastruktur di Manggarai.

Penutupan lokasi galian C Wae Reno dilakukan pada 18 Agustus lalu. Polisi memasang garis polisi di lokasi dan  juga menahan enam warga asal kampung Robo desa Ranaka.

Enam orang tersebut kini masih berada dalam tahanan. Bagaimana nasib mereka setelah Bupati Deno bertemu Kapolres?

Deno mengatakan menghormati proses hukum terhadap enam warga tersebut. “Hal ini membuka mata, supaya jangan melanggaar aturan. Untuk proses hukum kita harus hargai,”katanya.

Sementara Kapolres Marselis Sarimin mengatakan proses hukum terhadap tersangka berjalan terus. (Baca: Protes Penahanan Penambang Pasir, Warga Demo di Polres Manggarai)

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Manggarai Iptu Aldo Febrianto mengatakan saat mendatangi lokasi galian pasir di sejumlah wilayah di kabupaten Manggarai dan kabupaten Manggarai Timur, timnya melakukan tangkap tangan terhadap penambang pasir di Wae Reno.

“Kita tangkap tangan para pekerja,”ujar Aldo.

Pihak kepolisian kata dia juga menyita sejumlah peralatan kerja dari lokasi seperti alat berat berupa eksavator.

Namun, anehnya dari lokasi penggalian pasir lainnya seperti Weol, Wae Pesi, dan dua lokasi di Manggarai Timur, kepolisian tidak ikut menangkap pekerja dan menyita peralatan dari lokasi.

Aldo berdalih, saat timnya ke lokasi selain Wae Reno,tidak ditemukan para pekerja di lokasi.

“Di beberapa tempat yang kita datang, tidak menemukan para pekerja, termasuk di Weol, Cancar. Kebetulan saya sendiri memimpin,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini