Kerja Sama dengan Kemendikbud, MNPK Adakan Workshop PAUD di Ruteng

0
457
Para peserta workshop PAUD di Ruteng, Kamis, 31 Agustus 2017. (Foto: MNPK)

Floresa.co – Para guru dan pimpinan PAUD di Keuskupan Ruteng berkumpul di Wisma Efata untuk mengikuti workshop kurikulum 2013, yang digelar selama dua hari, dari Kamis, 31 Agustus hingga Jumat, 1 September.

Workshop ini terlaksana berkat kerja sama Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Peserta kegiatan ini mencapai 123 orang.

Ketua Presidium MNPK, Pastor Vinsensius Darmin Mbula OFM yang membuka resmi kegiatan pada hari ini, Kamis mengatakan, ini merupakan bagian dari program MNPK, terutama terkait pendidikan dan kurikulum.

“Kita tidak bisa mengabaikan PAUD dan menganggap yang paling penting itu perguruan tinggi, SMA, SMP dan SD,” katanya.

Ia menjelaskan, peran PAUD menjadi sangat vital, karena menjadi lembaga yang memperkenalkan dunia pendidikan kepada anak, selain keluarga.

Memang, kata dia, selama ini PAUD kurang diperhatikan. “Mungkin lima tahun terakhir ini baru ada Dirjen PAUD. Sebelum-sebelumnya tidak sungguh-sungguh diperhatikan,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan workshop khusus PAUD ini, MNPK berharap suatu saat memiliki modul sendiri untuk PAUD.

“Dengan demikian, kita memiliki standar kualitas PAUD yang secara nasional bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Katarina, Kasi Kemitraan Ditjen Pembinaan PAUD Kemendikbud mengatakan, PAUD yang berkualitas merupakan fundasi penting dalam menghasilkan generasi berkualitas.”

“Indonesia menghadapi peluang sekaligus tantangan besar dengan komposisi penduduk muda. Dengan populasi penduduk muda usia 1-12 tahun sebanyak sekitar 66 juta anak dapat menghantarkan Indonesia meraih masa keemasan bila kelompok muda ini dipersiapkan secara baik kecerdasan maupun karakternya,” katanya.

“Untuk itu, pemerintah menerapkan langkah strategis melalui Gerakan Nasional PAUD Berkualitas untuk memberikan awal terbaik bagi masa depan anak,” lanjut Katarina.

Ia menambahkan, jika anak-anak dipersiapkan dengan baik, maka mereka akan menjadi modal dalam pembangunan.

“Namun, kalau tidak dipersiapakan dengan baik, justeru menjadi beban pembangunan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Kemendikbud bersyukur dengan adanya kerja sama dengan MNPK.

Ia juga menjelaskan, pemerintah selalu berkomitmen meningkatkan mutu PAUD, termasuk lewan pendanaan.

“Silahkan ajukan proposal, tapi harus direkomendasikan oleh pihak kabupaten,” katanya, sambil menambahkan, bantuan dana untuk PAUD itu juga termasuk untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Rm Edi Menori, Ketua MNPK Ruteng mengatakan, bersyukur atas pelaksanaan workshop ini. “Selama ini, kami memang memberi perhatian yang intens pada upaya pembinaan PAUD,” katanya.

“Yang kita sasar adalah bagaimana para pendidik bisa membuat kurikulum 2013 kontekstual dengan situasi riil di sekitar mereka,” lanjut imam yang juga Ketua Yayasan Sukma ini.

Workshop hari pertama ini diisi dengan pemaparan materi dan diskusi kelompok. Rangkaian acara akan berakhir pada sore hari, yang kemudian dilanjutkan dan ditutup pada Jumat esok. (Densi/ARL/Floresa)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini