Kelompok Studi Mahasiswa Manggarai di Yogyakarta Merintis Bisnis

0
943
Anggota KESA berdialog dengan masyarakat di Desa Gololangkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. (Foto: Dokumen KESA)

FLORESA.CO – Tak cuma berdiskusi, Kelompok Studi Tentang Desa (KESA) melebarkan kiprah kreatifnya dengan menginisiasi pembentukan semacam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). KESA merupakan kelompok studi Mahasiswa asal Manggarai, NTT di Yogyakarta yang fokus pada isu-isu terkait desa.

“Tahun ini KESA akan mendirikan BUMDes,”ujar Evan Lahur Steering Committee (SC) pembentukan BUMDes KESA, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa 22 Agustus 2017.

Pada tahun 2017 ini KESA telah menyelesaikan Tour Akademik Edisi III di empat desa yaitu desa Wejang Mali dan desa Compang Wesang Kabupaten Manggarai Timur, desa Gulung Kabupaten Manggarai dan desa Tentang Kabupaten Manggarai Barat. Juga berkunjung ke tiga Sekolah Menangah Atas yaitu SMAK St. Thomas dan SMAK Karya Ruteng Kabupaten Manggarai dan SMAN 1 Ndoso Kabupaten Manggarai Barat.

Rolan Erasmus, Kepala Desa KESA periode 2017-2018 mengatakan KESA tidak semata berkecimpung di ranah ilmiah. Tetapi juga mencoba melibatkan diri dalam aktifitas ekonomi dalam bentuk  BUMDes.

“Kami ingin memberi ruang pembelajaran ekonomi kepada para anggota. Setidaknya kami bisa belajar berproses bersama menjadi seorang interpreneur sejak mahasiswa” jelas Rolan yang juga mahasiswa semester V program studi Ilmu Pemerintahan Daerah STPMD “APMD” Yogyakarta.

Rolan menambahkan sebelum BUMDes KESA ini disahkan dalam Musyawarah Bersama warga desa KESA, telah dibentuk Tim Ekonomi sebagai penggerak awal kegiatan ekonomi menuju kelembagaan BUMDes.

Arif Laga, ketua Tim Ekonomi KESA menyampaikan persiapan dari tim ekonomi menuju kelembagaan BUMDes KESA sudah cukup signifikan. Para anggota KESA juga menyambut dengan antusias kegiatan ekonomi KESA.

“Penentuan keanggotaan tim ekonomi ini sesuai dengan latar belakang pendidikan anggota KESA. Kebetulan di KESA, kami memiliki beberapa teman yang berasal dari program studi Manajemen dan Akuntansi,”ujar Arif.

Mahasiswa Pasca Sarjana program studi Manajemen Universitas Sanata Darma Yogyakarta ini menambahkan berdasarkan keputusan tim Ekonomi, Steering Committee dan Kepala Desa KESA, produk yang akan menjadi produk usaha KESA ada empat yaitu tas Mbere asal kampung Reweng desa Compang Wunis Kecamatan Poco Ranaka Timur kabupaten Manggarai Timur, gula merah dari Ranggu kabupaten Manggarai Barat, selendang Songke dan kopi jenis Tuang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Perangkat desa KESA dalam menentukan besaran modal awal. Produknya sedang kami survei dan kami akan langsung membelinya. Kemudian produk tersebut merupakan sekian banyak produk yang telah kami diskusikan dan tentunya memiliki peluang permintaan pasar yang tinggi. Produk ini akan dijual di Yogyakarta dengan target pembeli yang beragam mulai dari mahasiswa/i baik yang berasal dari Manggarai maupun dari berbagai daerah di seluruh Indonesia maupun masyarakat Yoyakarta” tambah Arif.

Rencananya, selama dua bulan kegiatan Ekonomi KESA ini akan terus dipantau oleh tim Steering Committee sebagai bahan analisis pembentukan BUMDes KESA. “Sederhananya, apa yang akan dijalankan oleh tim Ekonomi ini merupakan fondasi dasar pembentukan BUMDes. Kami ingin isi rumahnya ada dulu, baru kami lembagakan dalam bentuk BUMDes dengan berbagai jenis usaha berdasarkan produk yang dikembangkan di kegiatan ekonomi KESA ini” jelas Evan yang juga mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan Desa STPMD “APMD” Yogyakarta. (*Floresa)

 

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini