Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai menggelar festival sanda dan mbata dalam rangka HUT RI ke-72, pada 14 Agustus 2017 di kantor Kecamatan Cibal Barat, Golo Woi (Foto: Facebook Karolus Mance)

Floresa.co – Beragam cari dilakukan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirayakan setiap 17 Agustus. Selain upacara bendera yang sudah wajib dilakukan oleh institusi pemerintah, beragam lomba pun digelar.

Di Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, NTT peryaan HUT kemerdekaan ini diisi dengan berbagai perlombaan. Selain turnamen bola kaki dan bola voli antara desa, tahun ini juga diadakan festival sanda dan mbata serta lomba kebersihan antara desa.

Camat Cibal Barat, Karolus Mance mengatakan festival sanda dan mbata diikuti 9 desa dari 10 desa di Cibal Barat pada 14 Agustus 2017. Desa Golo Lanak tidak ikut.

Karolus mengatakan festival sanda dan mbata digelar untuk melestarikan dan merawat dua seni budaya Manggarai ini agar tidak dilupakan oleh generasi muda. Pasalnya, menurut dia, tidak seperti caci yang sering dipentaskan dalam berbagai event di kampung-kampung di Manggarai, sanda dan mbata sudah semakin jarang dilakukan.

“Saya melihat mbata dan sanda ini hampir hilang sudah di Cibal dan Manggarai pada umumnya,”ujar Karolus kepada Floresa.co, Rabu 16 Agustus 2017.

Karolus berharap dengan diadakannya festival sanda dan mbata ini, dua seni budaya tersebut tetap dilestarikan dan dicintai generasi muda Manggarai.

Dalam perlombaan ini, kata dia, masing-masing desa mengirimkan satu tim untuk mbata dan satu tim untuk sanda, yang terdiri dari 15-20 orang. Tim ini merupakan kolaborasi antara orang tua dan anak-anak muda.

Perlombaan sendiri diadakan di kantor Camat di Golo Woi yang berlangsung hingga tengah malam pada 14 Agustus.

Festival ini kata dia didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai. “Jurinya dari Dinas Pariwisata dan tokoh-tokoh pemerhati mbata di Manggarai. Pak Feliks Edon ketua tim jurinya,”ujar Karolus.

Perlombaan ini, lanjut dia, dimenanagkan oleh Desa Bere untuk sanda dan Wae Codi untuk mbata. “Sebagai apresiasi dari pemerintah kabupaten, nanti yang juara sanda dan mbata ini, mereka tampil  di tingkat kabupaten tanggal 19 Agustus. Mereka akan sanda dan mbata di depan pak Bupati dan unsur Forkompinda,”ujar Karolus.

Selain sanda dan mbata, kecamatan Cibal Barat, kata Karolus juga mengadakan pegelaran caci tingkat SMP yaitu antara SMP Podor dan SMP Lenda yang diadakan pada Rabu 16 Agustus 2017. Menurutnya, pegelaran caci antara SMP ini sengaja dilakukan dalam rangka regenerasi budaya caci di Manggarai.

Sebelumnya, juga diadakan pertandingan sepak bola dan bola voli antara desa. Sepak bola juara satu diraih Desa Timbu. Sedangkan untuk voli putri juara satu Desa Bangka Ara dan voli putra desa Latung.

Lomba Kebersihan

Masih dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72, kata Karolus, Kecamatan Cibal Barat juga menggelar lomba kebersihan antara desa. Indikator yang dilihat adalah kebersihan kampung, fasilitas umum di desa, kebersihan jalan-jalan desa dan jalan kabupaten yang melintasi desa serta aksesoris seperti pagar indah dan umbul-umbul. “Pemenangnya Desa Golo Woi,”ujar Karolus.

Lomba kebersihan ini kata dia digelar untuk menumbuhkan budaya cinta kebersihan di tengah masyarakat desa. Selain itu, agar masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong yang kini semakin tergerus oleh semangat individualisme.

Terhadap berbagai perlombaan ini, kata Karolus masyarakat menyambut dengan antusias. Misalnya, sanda dan mbata diikuti denga penuh semangat baik oleh orang tua maupun anak-anak muda. Bahkan acaranya berlangsu ng hingga pukul 02.00 dini hari.

“Lalu, bola kaki juga, ada ribuan penonton yang datang saat final berlangsung,”ujar Karolus.

Untuk lomba kebersihan, kata dia, masyarakat bahkan meminta agar diadakan setiap tahun sehingga membangkitkan kembali budaya gotong royong di masyarakat Cibal Barat. (PT/Floresa)