MUI Kabupaten Sikka Lapor Pengunggah Lagu “Surga di Mana” ke Polisi

0
1653
Ilustrasi

Maumere, Floresa.co –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) lapor pengelola akun “Maumere Music Channel” ke polisi karena telah meyebarkan dan mengunggah melalui YouTube lagu berjudul “Surga di Mana” yang dianggap menista agama tertentu.

Demikian laporan Kapolres Sikka AKBP I Made Kusuma Jaya seperti dilansir Kompas.com, Jumat 11 Agustus 2017.

“Yang datang melapor ke Polres, Ketua MUI Sikka. Melapornya dua hari lalu, yakni Rabu 9 Agustus 2017. Karena dilaporkan ke polisi, maka saya selaku Kapolres Sikka, mengambil inisiatif melaksanakan rapat koordinasi dengan forkopimda dan FKUB Sikka,” kata Made.

Menurut Informasi, jelas Made, lagu itu berasal dari Manggarai dan akan ditelusuri kebenarannya. Untuk menyelesaikan masalah ini, proses penyelidikan panjang dan membutuhkan ahli bahasa serta pengumpulan data dibutuhkan.

Pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan semua pihak yang dengan tujuan untuk tindakan pencegahan agar tidak terjadi konflik horizontal demi kerukunan umat beragama di Kabupaten Sikka.

“Kami berharap agar masalah ini bisa selesai lebih cepat dan tuntas,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya, Komandan Kodim 1603 Sikka, Letkol Infanteri Abdullah Jamali juga bersuara atas lagu tersebut. Ia meminta masyarakat Kabupaten Sikka tidak memutarnya.

Jamali mengatakan, beredarnya lagu daerah yang diunggah oleh Maumere Music Channel telah meresahkan masyarakat sehingga pihaknya harus melaksanakan tindakan represif dan preventif untuk mencegah terjadinya instabilitas.

“Pencegahan pertama, dengan kegiatan humanis, yakni aparat pemerintah dari tingkat kecamatan sampai ke desa, terutama para camat, kepala desa dan kapolsek serta danramil masing-masing wilayah, untuk menjaga keamanan wilayahnya dengan melarang masyarakat agar tidak memutar lagi lagu ‘Surga di Mana’,” kata Jumali, Jumat 11 Agusus 2017.

Semua pihak, lanjut Jamali, harus menyosialisasikan ke masyarakat agar tidak mudah terprovokasi demi terciptanya toleransi yang selama ini sudah terjalin dengan baik di Kabupaten Sikka.

“Saya meminta masyarakat Sikka untuk tidak memutar lagu dengan judul ‘Surga di Mana’ demi menjaga keamanaan dan toleransi yang ada di Kabupaten Sikka. Mari kita semua elemen ciptakan suasana yang sejuk dan damai di setiap tempat tinggal kita masing-masing,” imbau Jamali.

Laporan Kompas.com, lagu berdurasi 3 menit 44 detik tersebut telah beredar luas di YouTube. Saat ini, lagu itu telah ditonton sebanyak 34.740 kali. (Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini