Nasdem Minta Partai Pelapor Laiskodat Bersikap Hati-hati

0
411
Victor Laiskodat (Foto: Teropong Senayan).

Jakarta, Floresa.co – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) minta partai yang telah melapor Victor Laiskodat ke Bareskrim Mabes Polri dan Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) agar bersikap hati-hati karena bisa saja akan dilapor balik.

Sebelumnya, partai yang disebut mendukung Khilafah dalam pidato Laiskodat telah ambil langkah. Gerindra dan PAN melapor pada Jumat 4 Agustus lalu, sedangkan PKS dan Demokrat melapor pada Senin, 7 Agustus.

Keempatnya melaporkan Laiskodat dengan tudingan melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis juncto Pasal 28 ayat (2), Pasal 45 ayat (2), Pasal 4, Pasal 16, Pasal 156 serta Pasal 156A UU KUHP.

Kan kami yang dirugikan karena video ini viral,” kata Ketua Tim Kajian Nasdem atas kasus Victor, Zulvan Lindan dalam konferensi pers di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta, seperti dilansir tirto.id Senin, 7 Agustus 2017.

Menurut Zulvan, Nasdem menganggap pidato politik Ketua Fraksi Nasdem itu pada 1 Agustus 2017 lalu telah dipelintir oknum tertentu dengan memotong video pidato tersebut.

“Telah terjadi kesalahpahaman terhadap pidato saudara VBL (Victor Bungtilu Laiskodat) karena ada pihak yang mengedit, menyambungkan, dan menyebarluaskan pidato tersebut,” kata Zulvan.

Pasalnya, jelas Zulvan tim kajian yang diketuai olehnya telah mendengarkan secara utuh video tersebut yang berdurasi 21 menit 12 detik, Laiskodat sesungguhnya adalah mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara dari setiap upaya terhadap disintegrasi negara dan bangsa tanpa maksud dan tujuan untuk menyudutkan pihak manapun.

Adanya penyebutan partai Demokrat, PAN, PKS dan Gerindra sebagai partai intoleran dalam video tersebut pun menurut Zulvan merupakan dalam konteks pembahasan Perppu Ormas yang keempatnya bersikap menolak.

“Oleh karena itu, saudara Victor kan menjelaskan jangan seperti itu, bahwa Perppu itu dalam rangka menjaga Pancasila dan NKRI. Jadi kalau lihat pidatonya secara utuh itu akan sangat jelas, tidak ada maksud lain. Jadi, kalau dalam konteks ormas ya itu,” jelas Zulvan.

Mendukung Laiskodat, Zulvan menyebut pula bahwa partai yang menolak Perppu Ormas merupakan partai yang memang tidak toleran.

“Artinya Perppu ormas ini kan untuk menghadapi Ormas yang intoleran, lalu ada parpol yang sikapnya abu-abu dalam konteks ini. Oleh karena itu bisa dianggap intoleran dalam konteks Pancasila dan UUD 45,” kata Zulvan.

Untuk itu, menurut Zulvan, Partai Nasdem tidak perlu meminta maaf atas kejadian ini. “Ya nggak perlu orang kita nggak ada salah kok. Yang minta maaf itu yang buat viral (video) tersebut,” ujar Zulvan.

Senada dengan Zulvan, Wakil Ketua Fraksi Nasdem Johnny G Plate menyatakan pihaknya akan melihat perkembangan untuk memungkinkan melangkah lebih jauh ke jalur hukum.

“Kami siap apabila itu diteruskan secara hukum, we reserved our right. Kami juga mencadangkan hak kami terhadap semua usaha untuk pemfitnahan. Apa istilahnya, penzaliman dengan menggunakan data-data yang tidak akurat,” kata Johnny usai koferensi pers.

Meskipun, terkait pelaporan balik itu, Johnny masih mempertimbangkan perkara stabilitas politik yang menurutnya menjadi tanggung jawab semua Parpol yang ada.

“Ketua umum kami pun berulang-ulang itu difitnah. Tapi demi menjaga kondusifitas politik dalam negeri kami tahan ketua umum kami untuk tidak melaporkan. Tapi ketika ini terjadi di pihak yang lain, kemudian menjadi heboh. Sehingga kami tidak ada pilihan untuk menghadapi situasi politik ini,” katanya.

Sementara, terkait pelaporan ke MKD DPR, Johnny pun menyebut partainya masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Karena, menurutnya, di MKD akan ditentukan apakah ujaran Victor terkait pelanggaran etik atau tidak.

“Atau sebaliknya apabila kita melaporkan seseorang dengan data yang tidak valid, pelanggaran etika juga bukan itu? Kita akan lihat juga,” katanya. “Ini adalah penzaliman terhadap Pak Victor dan Partai Nasdem,” imbuhnya.

Selain itu, Johnny menyebut Nasdem akan bertemu dengan empat partai yang disebut oleh Victor dalam pidatonya setelah masa reses.

“Kalau bisa bertemu kenapa tidak. Kan memang harus bertemu untuk komunikasi politik dalam banyak hal. Tidak hanya terkait ini,” kata Johnny. (ARJ/Floresa).

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here