Vatikan Ambil Tindakan Terkait Kasus Uskup Leteng

3
11018
Gereja Katedral Ruteng. (Foto: Ist)

Floresa.co – Vatikan telah merespon polemik di Keuskupan Ruteng dengan menunjuk Uskup Bandung, Antonius Subianto Bunjamin OSC sebagai visitator apostolik.

Uskup Anton, yang juga Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan, Vatikan menugaskannya untuk memverifikasi laporan terkait kasus yang melibatkan Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng yang mencuat beberapa bulan terakhir.

Sebagaimana dilansir Ucanews.com, ia berencana mendatangi keuskupan di ujung barat Pulau Flores itu pada 15 Agustus mendatang.

Keuskupan Ruteng menjadi sorotan setelah pada 12 Juni lalu, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari sejumlah jabatan, sebagai bentuk potes terhadap Uskup Leteng, di mana ia dianggap menggelapkan dana Gereja senilai Rp 1.675.000.000.

Bersamaan dengan itu, mencuat pula dugaan adanya relasi tidak wajar (affair) Uskup Leteng dengan seorang perempuan, yang olehnya disebut sebagai “anak angkat”.

Praktek korupsi dan affair itu diduga kuat berkaitan erat, di mana uang hasil korupsi dipakai dalam rangka membiayai kebutuhan dan gaya hidup anak angkat itu.

Uskup Anton mengatakan, sebelum ada kesimpulan dari proses yang akan ditempuhnya, semua umat diharapkan untuk sabar dan ikut membantu mensuplai data-data.

“Selama proses ini, kita juga tetap menghargai asas praduga tidak bersalah,”  katanya.

Publikasi terkait penunjukkan visitator ini muncul setelah pada Selasa petang beredar pengumuman tentang rencana aksi umat Keuskupan Ruteng yang berdomisi di Jakarta ke kantor Kedutaan Vatikan, di mana mereka akan menggelar doa bersama sebagai bentuk  ungkapan harapan agar Vatikan segera menyelesaikan persoalan itu.

Uskup Anton mengatakan, “aksi itu lebih baik tidak dilakukan” karena malah akan “mempekeruh suasana.”

“Vatikan lewat Propaganda Fidei sudah mengambil tindakan serius, dengan adanya penunjukkan saya sebagai visitator,” katanya, sambil menyebut kasus ini tentu “mencoreng nama baik Gereja.”

Uskup Anton menjelaskan, tidak ada batasan waktu bagi proses yang akan ia tempuh.

“Kalau data yang diverifikasi cepat selesai, maka saya juga akan cepat buat kesimpulan untuk diserahkan ke Vatikan. Keputusan tetap dari Roma berdasarkan kesimpulan itu,” katanya.

Rm Rober Pelita, Vikep Labuan Bajo yang ikut memprotes uskup mengatakan, langkah Vatikan ini merupakan sebuah kabar baik.

“Ini bisa mencegah perpecahan di antara imam dan awam, juga kerusakan makin besar di dalam reksa pastoral,” katanya.

BACA JUGA: Ada Harapan Besar untuk Visitator Apostolik

Ia mengatakan, mereka pasti akan menyiapkan semua data yang dibutuhkan dan membantu visitator apostolik dalam menjalankan tugasnya. (ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

3 Komentar

  1. apapun hasil dari penyidikan ini tentunya kita hormati, harapan bagi umat agar para imam menjalankan tugas imamatnya sebagai pelayan umat terus berjalan,

  2. Kiranya dengan adanya Mgr. Antonius sebagai visitator, segenap komponen umat Katolik di Keuskupan Ruteng menjadi tenang, memberikan data yang sebenarnya sambil menunggu keputusan terbaik dari takhta suci.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini