Imam yang Pro dan Kontra Uskup Leteng Akan Duduk Bersama

1
2228
Mgr Hubertus Leteng Pr. (Foto: Katedralruteng.com)

Floresa.co – Polemik di Keuskupan Ruteng, Flores antara Uskup Hubertus Leteng dan para imam masih belum menemukan titik akhir.

Desakan para imam, juga kelompok awam agar Uskup Leteng mundur dari jabatannya setelah mencuat dugaan penyalahgunaan uang Gereja dan relasi tidak wajar dengan seorang perempuan, tidak dihiraukan uskup yang pernah khusus soal spiritualitas itu.

Beberapa waktu lalu, sempat muncul pula pernyataan beberapa imam yang membela uskup dan mengklaim, sejumlah tudingan kepada Uskup Leteng tidaklah benar, hanya fitnah belaka.

BACA: Tuntutan Para Awam: Uskup Ruteng Mundur atau Dimundurkan

Informasi yang dihimpun Floresa.co, Jumat, 4 Agustus 2017, para imam yang kontra dengan uskup, kembali menggelar pertemuan pada Kamis kemarin dan melibatkan beberapa imam pro uskup.

“Kami hendak bertanya kepada mereka, mengapa mereka mengambil sikap berbeda, untuk masalah yang pada dasarnya satu dan sama,” kata seorang imam yang ikut dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan, pertemuan terbatas itu juga untuk menggali informasi terkait data yang dimiliki kelompok kontra, yang menjadi basis alasan mereka mendukung Uskup Leteng.

“Yang jelas, dari hasil pembicaraan kami, tidak ada alasan yang benar-benar substansial yang memperkuat posisi mereka. Mereka lebih banyak memilih diam,” kata imam itu.

BACA: Surat Domba untuk Gembala: Bapa Uskup, Akhiri Penderitaan Gereja dan Umat Keuskupan Ruteng

Untuk menjernikan berbagai informasi terkait polemik ini, kata dia, pada tanggal 11 Agustus mendatang, seluruh imam di Keuskupan Ruteng akan duduk bersama dalam sebuah pertemuan.

“Semua imam diundang untuk ikut,” katanya. “Kami akan membicarakan nasib keuskupan ini ke depan,” lanjutnya.

Polemik di Keuskupan Ruteng mulai mencuat ketika pada 12 Juni lalu, 69 imam menyatakan mengundurkan diri dari sejumlah jabatan karena kecewa pada Uskup Leteng.

Uskup itu dituding menyelewengkan dana yang diambil dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan dari keuskupan yang jumlahnya mencapai lebih dari 1,6 Miliar.

Para imam menyatakan kecewa karena dalam beberapa kali pertemuan dan dialog dengan uskup, mereka tidak mendapat jawaban yang memuaskan soal pengggunaan dana itu.

Uskup hanya menyatakan, dipakai untuk membiayai kuliah Boy, anak orang miskin yang sedang studi pilot di Amerika Serikat.

Namun, para imam meragukan alasan itu dan mencurigai bahwa uang itu dipakai uskup untuk dikirimkan kepada seorang perempuan, yang diakuinya sebagai anak angkat.

Uskup Leteng dilaporkan memiliki relasi intim dengan perempuan itu, menurut penuturan Sipri Palus, seorang mantan pastor yang mengaku mengetahui banyak informasi soal Mgr Huber dengan perempuan tersebut.

Hingga kini, Mgr Hubert tidak pernah membantah, juga tidak mengakui tudingan terhadap dirinya.

Beberapa kali permintaan Floresa.co untuk mengklarifikasi tudingan itu tidak direspon Uskup Leteng.

Ia pun hingga kini masih memilih bungkam berhadapan dengan tudingan terhadapnya dan masih tetap menjalankan tugasnya seperti biasa.

Beberapa hari terakhir ia dikabarkan berada di Jogja, bergabung bersama para uskup lain dalam event Hari Kaum Muda se-Asia atau Asian Youth Day. (ARL/Floresa)

1 Komentar

  1. Semoga ada jalan keluar yang konstruktif. Jangan lupa e tuang, tanggal 5 Sept. nanti genap 1 abad permandian 6 orang umat katolik perdana di halaman SR Labuan Bajo (mungkin lokasinya di pintu masuk dermaga Ferry sekarang) oleh P.Willem Back SVD. Nama-nama mereka adalah : Damianus Timosugi, Yoana Floris, Rofinus Emanuel, Andreas Hadania, Felicia dan Yosef. Hal ini dapat dibaca di buku Kenangan 25 Tahun Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, dalam tulisan karya bp. Simon Selman, alm. berjudul Napak Tilas Paroki Roh Kudus Labuan Bajo. Dan bulan Februari lalu, Paroki Roh Kudus Labuan Bajo genap berusia 4O tahun.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini