Deker Rusak di Jalan Dampek-Reo Belum Juga Diperbaiki

0
787
Kerusakan jalan di kampung Tumbak, Manggarai Timur (Foto: Ronald Tarsa/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Deker di ruas jalan Dampek-Reo, kabupaten Manggarai Timur belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Padahal, deker tersebut sudah rusak sejak Januarai 2017 akibat hujan deras.

Deker yang rusak ini terletak di pekuburan umum kampung Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.

Dami Rion warga yang melintasi jalur tersebut kesal dengan pihak terkait yakni Satuan Kerja (Satker) Jalan Negara selaku pihak yang bertanggung jawab atas ruas jalan tersebut.

“Kami mendesak pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang putus di jalur Dampek – Reo,” ujarnya kepada Floresa.co saat ditemui di lokasi itu Kamis, 3 Agustus 2017.

Ia menilai pemerintah tidak pernah merespon persoalan infrastruktur di kabupaten Manggarai Timur.

“Persoalan ini merupakan persoalan rakyat, maka kewajiban pemerintah harus bertanggung jawab atas putusnya jalur Dampek – Reo ini,” tegasnya.

Akibat dari putusnya jalur tersebut kata dia, mobilitas masyarakat menjadi terganggu. Bahkan aktivitas perekonomian di wilayah itu terancam lumpuh total.

Viktor Agas, seorang sopir travel yang melintasi jalan itu mengatakan lokasi tersebut merupakan jalur neraka.

“Sudah banyak mobil yang terbalik dan juga terbuang ke sungai akibat jalan rusak yang melintasi bantaran sungai, untuk menghindari jalur yang putus,” ungkapnya.

Viktor mendesak pemerintah yakni Satker Jalan Negara untuk segera melakukan perbaikan.

“Sebagai pengguna jalan kita tentu kecewa dengan begitu banyak jalan yang rusak total. Kami berharap pemerintah terkait bisa mengambil langkah agar deker yang ambruk ini bisa diperbaiki,” katanya.

Berdasarkan pantauan Floresa.co Kamis, 3 Agustus 2017 pengguna jalan sulit melintasi jalur tersebut. Kendaraan roda dua maupun roda empat mesti berhenti dan penumpangnya harus turun, karena melewati bantaran sungai untuk menghindari jalan yang putus sejak awal tahun 2017 lalu.

Jalur ini merupakan bagian dari jalan strategis nasional di pantai Utara (Pantura) kabupaten.

Kepala Satuan Kerja, Ori Pateto belum berhasil dikonfirmasi terkait penanganan jalur maut tersebut karena berkali – kali ditelpon tetapi tidak direspon. (Ronald Tarsan/Floresa)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini