Para seminaris berlari menuju lapangan sepak bola, tempat berlangsungnya upacara pembuka rangkaian acara Pesta Famili atau hari ulang ulang tahun Seminari Pius XII Kisol ke-62. (Foto: Facebook Rm Dion Labur)

Floresa.coKamis, 27 Juli 2017, tepat pukul 15.00 Wita, keluarga besar Seminari Pius XII Kisol (Sanpio), Manggarai Timur-Flores resmi memulai seluruh rangkaian perlombaan dalam rangka memeriahkan Pesta Famili (Pesfam) atau hari ulang tahun (HUT) lembaga pendidikan itu yang ke-62.

Acara ini dibuka dengan upacara bendera di lapangan sepak bola, yang terletak di sebelah barat kompleks Sanpio.

Para seminaris berupaya merancang upacara pembuka tahun ini dengan lebih unik, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Seluruh peserta bergabung dalam pasukan deville umum, yang terdiri dari barisan para siswa SMP, barisan para siswa SMA, barisan para pembina, guru, pegawai, dan karyawan/wati. Mereka berarak dari masing-masing titik yang telah ditentukan untuk memasuki lapangan, sambil diiringi musik gegap gempita.

Adapun pasukan deville khusus adalah para ketua kelompok yang membawa bendera dan panji-panji klub. Mereka disambut lebih meriah.

Pasukan deville

Upacara ini ditandai juga dengan penyalaan obor sebagai simbol pembukaan resmi Pesfam. Seluruh peserta upacara menyanyikan lagu Viva Sanpio ketika obor dinyalakan.

Para seminaris akan mengikuti rangkaian pertandingan dan perlombaan selama bulan Agustus mendatang, menyambut HUT yang puncaknya dirayakan pada 8 September.

Sejumlah cabang yang dilombakan antara lain sepak bola, volley, basket, pop singer, fragmen, menulis opini/cerpen/puisi dan lain-lain.

Para seminaris terbagi dalam empat kelompok. SMA memilih nama kelompok Juventus, Atletico Madrid, Real Madrid, dan Bayer Munchen. Sedangkan kelompok SMP adalah Barcelona, Paris Saint Germain, Ac Milan, dan Manchester United.

Para pembina, guru, pegawai, dan karyawan/wati ikut bergabung bersama tim SMA.

Kelompok yang didaulat sebagai pemenang adalah yang mampu mengumpulkan nilai tertinggi dari setiap cabang yang dilombakan.

Seminari adalah Komunitas Religus

Dalam amanahsaat upacara, Rm Dyonysius Osharjo, Praeses Sanpio menekankan bahwa sekolah itu adalah lembaga pendidikan para calon imam, yang berdiri sejak tahun 1955 oleh seorang misionaris asal Belanda, Pastor Leo Perik SVD.

Menurutnya, semua bentuk kegiatan yang berlangsung di dalam seminari diarahkan agar benih-benih panggilan menjadi imam bertumbuh subur. Pesfam, jelasnya, juga diformat agar benih-benih panggilan itu tidak mati.

Rm Os mengingatkan, setiap peserta perlombaan harus mengutamakan sportivitas, kerja sama, persaingan yang sehat, semangat persaudaran dan kekeluargaan.

Sebab, tegasnya, seminari adalah sebuah komunitas religius.  “Yang bersaing dalam turnamen adalah kaum religius atau orang yang bekerja di dalam lembaga religus,” katanya.

Diwawancarai usai upacara, Rm Ardus Tanis Pr, Prefek SMP Sanpio menjelaskan, pembukaan Pesfam menjadi momen yang mengingatkan para siswa kelas 1 SMP tentang latar belakang mereka yang berbeda-beda, tetapi kemudian disatukan dengan cita-cita yang sama.

“Sedangkan bagi para warga kelas 2 dan 3 SMP, momen ini mengingatkan mereka bahwa seminari adalah rumah mereka bersama,” katanya.

Sementara itu, Rm Ferry Warman, Prefek SMA menyampaikan harapannya agar para seminaris sungguh mengalami pengalaman akan Allah dalam setiap pertandingan Pesfam.

Baginya momen ini juga menjadi kesempatan untuk bersaksi tentang Allah yang mencintai manusia.

“Dalam setiap perlombaan, kita membagi nilai spiritual. Allah yang mencintai dan menghargai kita, mesti dibalas dengan cinta dan penghargaan yang sama kepada orang lain”, katanya.

Tarian Tobello

Upacara pembukaan Pesfam ditutup dengan tarian tobello.

Seluruh peserta larut dalam kreasi tobello yang dipimpin oleh Fr.Jimmi Mala.

Lapangan sepak bola diluapi kegembiraan, sebab setiap orang berusaha menunjukkan kebolehannya memperagakan tarian dari Papua ini.

Fr Jimmi mengatakan, selain sebagai sarana olahraga. tobello juga mengedepankan kekompakkan.

“Jika salah seorang salah memperagakan tarian ini, maka anggota penari yang lain akan terganggu, misalnya karena kakinya terinjak” katanya.

Meskipun demikian, tidak semua seminaris jago dalam memperagakan tarian ini.

Moreno salah seorang seminaris kelas 1 SMP mengungkapkan bahwa yang penting dirinya bisa berpartisipasi bersama teman-teman.

“Aku nggak mau ketinggalan”, kata seminari asal Bekasi, Jawa Barat ini.

Setelah tobeloo berakhir, berlangsung pertandingan eksibisi sepakbola antara Kamera Vs Kakabisa, yang materi pemainnya adalah para pembina, guru, pegawai, dan karyawan/wati.

Tim eksibisi Kompak dan Kitabisa berlaga setelah upacara pembuka Pesfam Sanpio. (Foto: Facebook Rm Dion Labur Pr)

Pertandingan yang berlangsung 2×30 menit ini dimenangkan oleh Kamera dengan skor telak 4-1. (Laporan Fr Lolik/ARL/FLoresa)