Alokasi Dana Pemda Mabar: Rp 1,3 Miliar untuk TdF, Rp 35 Juta untuk Atlet Kempo

0
733
Atlet kempo Mabar yang masih tertahan di Jakarta. Mereka berada di Pusdiklat Shorinji Kempo. (Foto: Tribunnews.com)

Floresa.co – Di tengah kemeriahan Tour de Flores (TdF), sejumlah atlet olahraga kempo dari Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) diterlantarkan di Tangerang, Provinsi Banten, karena tidak memiliki dana untuk membiayai tiket pulang ke Labuan Bajo.

Padahal, tim dari Mabar yang berjumlah 9 orang itu, termasuk pelatih, mengikuti turnamen mewakili Mabar.

Tidak hanya itu, tiga di antaranya meraih medali, yaitu satu emas, dua perunggu. Meski mencapai prestasi membanggakan, mereka tidak mendapat perlakuan yang layak.

Setelah berpindah-pindah penginapan untuk mencari yang murah, mereka kemudian kembali ke Labuan Bajo pekan ini.

Karena ketiadaan biaya, mereka hanya menggunakan pesawat sampai Bali, lalu dengan kapal Feri dari Bali ke Labuan Bajo. Kamis malam, 20 Juli, mereka berlabuh di Labuan Bajo.

“Di tengah kemeriahan TdF, banyak makanan yang terbuang dan sisa, atlet kita terlantar. Saya sangat malu,” katanya Belasius Jeramun, Ketua DPRD Mabar kepada Floresa.co, Jumat, 21 Juli 2017.

Ia mengatakan sangat terpukul dengan kasus ini, yang ramai diberitakan selama beberapa hari terakhir.

“Atlet yang mengharumkan nama daerah ini tidak terurus,” ujarnya.

Jeramun menjelaskan kepada Floresa.co, dirinya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula.

Dari pembicaraan dengan Dula, kata dia, saat berangkat dari Mabar, Dula sendiri yang melepas para atlet ini.

Saat itu, menurut Jeramun, Dula memang mengaku kekurangan dana.

“Dana yang ada untuk mereka sebesar Rp 35 juta,” katanya.

Dula, kata Jeramun, mengaku sempat wanti-wanti soal minimnya dana itu.

“Tapi, bupati bilang, kalau nekat ya silakan,” kata Jeramun.

Ia menambahkan, dirinya sudah memberi saran kepada Dula agar Pemkab Mabar mengganti uang pribadi para atlet yang digunakan untuk bisa kembali ke Labuan Bajo.

Dana, itu, kata dia, dianggarkan ke dana APBD Perubahan. “Intinya kita pasti akan anggarkan,” katanya.

Jeramun juga berjanji akan melakukan evaluasi terhadap pengurus Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) cabang Mabar, yang diketuai oleh Ovan Adu.

“Tadi saya telepon Ovan Adu. Kata dia, anggaran Koni Tahun 2017 sebanyak Rp 500 juta,” katanya.

“Dari Total 500 juta, sebanyak 400 juta diperuntukan untuk kegiatan sepak bola,” lanjut Jeramun.

Ia juga memastikan bahwa hanya Rp 35 juta yang dialokasikan untuk atlet kempo yang mengikuti kejuaraan di Tangerang.

Untuk diketahui, dalam kegiatan TdF, yang menuai kontroversi terutama karena tidak ada audit anggatan oleh penyelenggara, Pemda Mabar menggelontorkan dana yang fantastis, Rp 1,3 miliar. (Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here