Boni Hargens dikunjungi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki saat ia sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Jakarta, Rabu, 7 Juli 2017. (Foto: dok)

Floresa.coBoni Hargens, pengamat politik nasional asal Manggarai menyayangkan tersebarnya isu negatif terkait dirinya, di mana ia disebut sedang sakau saat dialog live di stasiun televisi TVOne.

Gejala sakau bisa terjadi karena penghentian pemakaian narkotika secara mendadak atau menurunnya dosis narkoba yang digunakan.

Dalam dialog pada Senin pagi 10 Juli 2017 itu, tayangan memang dihentikan. Namun, hal itu, kata dia, bukan karena ia sakau, tetapi karena kondisinya yang sedang sakit.

Potongan acara talkshow itu yang menghadirkan Boni sebagai narasumber menjadi viral setelah diposting di media sosial Twitter.

Gestur Boni yang kerap mengusap-usap hidungnya dalam acara itu membuat netizen menuding Anggota Dewan Pengawas Kantor Berita Nasional Antara tersebut tengah sakau karena sabu.

Boni pun menjelaskan, dirinya sedang sakit beberapa waktu belakangan. Ia pun menyebut isu terkait dirinya sebagai “fitnah kejam.”

Pada tanggal 29 Juni sampai 3 Juli lalu, ia dirawat di Rumah Sakit Siloam karena sakit hipokalemia atau penyakit krisis kalium dalam darah.

“Aku dari tanggal 29 Juni sampai tanggal 3 Juli itu dirawat di Siloam, arena hipokalemia. Tanggal 4 Juli rapat di kantor terus kambuh, dibawa ke RSPAD oleh pimpinan di kantor. Di RSPAD dirawat sampai sekarang,” ungkap Boni, seperti dilansir detik.com, Selasa, 11 Juli 2017.

Ia, katanya, kemudian mendapatkan tawaran untuk mengisi talkshow di TVOne.

Merasa isu yang dibawakan penting yakni soal masalah Perppu Ormas, dia pun bersedia meski menyatakan tidak bisa lama-lama.

“Kemarin izin keluar karena isunya penting soal Perppu Ormas. Kalau tidak ada Perppu ini tidak bisa bubarkan HTI. Karena penting saya ikut. Saya tanya katanya waktunya 30 menit total nggak pakai iklan. Saya bilang nggak bisa karena lagi sakit, akhirnya saya setuju untuk satu segmen,” jelas Boni.

Talkshow pun kemudian dilakukan hingga dia merasa bisa meneruskan sampai ke segmen kedua. Namun ternyata di segmen kedua, Boni terlihat sudah tidak bisa melanjutkan talkshow sehingga produser acara disebutnya memutuskan untuk menghentikan perbincangan.

“Kalau kambuh sesak nafas dan kejang di perut. Habis itu bertahan dua segmen. Segmen kedua nggak sampai selesai. Saya kasih kode untuk selesai. Kamerawati yang narik, dia bilang bapak sakit. Produsernya yang memintakan dihentikan,” ucapnya.

Boni menyatakan sudah berada di RSPAD Gatot Subroto selama seminggu lamanya. Dia juga sempat memeriksakan kondisinya usai talkshow di RS Siloam Semanggi sebelum akhirnya kembali ke RSPAD.

Ini salah satu bukti yang ditunjukkan Boni bahwa ia memang menjalani perawatan di RS Siloam, Jakarta. (Foto: dok)

“Kemarin dari tvOne langsung cek darah di Siloam Semanggi,” terang Boni.

Untuk membuktikan hal tersebut, Boni pun mengirimkan bukti pemeriksaan lab. Tak hanya itu, dia juga menunjukkan foto saat dijenguk oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki.

“Pak Teten jenguk Rabu (5/7) malam lalu. Jadi di sini saya sudah seminggu,” tutur Boni. (detik.com/Floresa)