Bupati Manggarai Deno Kamelus (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Bupati Kabupaten Manggarai, NTT Deno Kamelus belum memenuhi permintaan Event Organizer (EO) atau panitia Tour de Flores (TdF) untuk menambah dana partisipasi daerah sebesar Rp 526.835.715.

Pemkab Manggarai baru menganggarkan dana sebsar Rp 497 juta utuk penyelenggaran TdF. Di luar dana tersebut, panitia meminta tambahan sebesar Rp 526 juta lebih.

Permintaan dana tambahan tersebut disampaikan oleh EO TdF pada Jumat, 7 Juli 2017 kepada kepala dinas pariwisata kabupaten Manggarai, Wensislaus Nurdin Sene.

Bupati Deno Kamelus mengatakan dana sebesar Rp 526 juta lebih itu belum ada dalam APBD induk kabupaten Manggarai.

“Saya prinsipnya mendukung ini TdF, makanya dulu di Labuan Bajo saya hadir rapat TdF,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 8 Juli 2017.

Informasi yang diperileh Floresa.co, tambahan dana sebesar Rp 526 juta lebih itu tidak hanya Kabupaten Manggarai tetapi juga kabupaten lain di Flores selain Ngada yang menolak terlibat dalam TdF.

Dana tambahan tersebut digunakan untuk pembiayaan sewa peralatan lomba, timing system, Radio Komunikasi, Peralatan Uji Doping, Race Manual, Survei Rute dan Etape 2 kali, Bahan Bakar, Air Mineral, Es Batu dan Cemilan.

Deno mengatakan penggunaan dana APBD untuk TdF harus rasional. Sementara beberapa item dana tambahan yang dimintakan EO menurut Deno tidak masuk akal.

“Contohnya sewa mobil, itu kan Manggarai 200 juta. Nah, sewa mobil ini kan ada standar bupati, 500 ribu per hari. Kalau 70 mobil dikali 1 juta berarti 70 juta. Sementara anggaran yang diminta EO TdF sebesar 200 juta. Ini yang butuh penjelasan,” katanya.

EO TdF kata Deno belum merasionalisasikan sejumlah anggaran yang diminta itu. Misalnya, sewa mobil berapa unit dan sewa untuk berapa hari.

“Semua item permintaan dana tambahan tersebut perlu dijelaskan secara rinci, karena pemerintah nantinya harus bertanggung jawab kepada DPRD Manggarai dan masyarakat,” tegasnya.

Apa dampak TdF untuk Manggarai?

Terkait dampak TdF untuk Kabupaten Manggarai, Bupati Deno mengatakan kegiatan tersebut akan menggairakan sektor perhotelan,makanan, dan transprotasi. Bila sektor-sektor ini menggeliat, pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada pendapatan daerah.

“Begitu mereka datang, mereka kemudian tidur di hotel, bayar hotel. Apa dampaknya? Peningkatan pendapan hotel. Mereka makan di restorant, bayar makan, lalu bisa meningkatkan pendapatan restorant, lalu kemudian daerah mendapat pajak dari hotel, restorant, toko-toko,”ujarnya.

Ia menambahkan cara menghitung sederhana dampak dari TdF  ini seperti itu. Ia mengajak masyarakat melihat proyeksinya kedepan dampak besar dari TdF ini. Ia berharap dengan semakin gencarnya promosi akan keindahan Flores, dengan begitu akan banyak wisatawan yang mengunjungi pulau Flores.

” Jadi saya tidak setuju jika ada yang mengatakan TdF itu tidak ada manfaatnya, lalu katanya perampok APBD,”ujar Deno.  (Ronald Tarsan/Floresa).