Belanda Akan Bangun Pembangkit Listrik di Selat Gonsalu, Flores Timur

0
1180
Gambar: Ilistrasi

Jakarta, Floresa.co – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Belanda akan mulai mengembangkan potensi energi listrik arus laut Selat Gonsalu di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tahap awal sebesar 30 MW.

Sebelumnya, demikian Luhut, konsorsium Belanda telah menyatakan minat berinvestasi di bidang pengembangan potensi energi listrik arus laut tersebut sejak akhir 2015 lalu.

Sebagaimana diketahui, dari 12 titik arus laut yang ada di Indonesia, selat yang memisahkan Flores Timur daratan dengan Pulau Adonara itu dianggap sebagai lokasi terbaik untuk menghimpun potensi energi listrik yang besar.

Dilansir dari Antaranews.com, Rabu 14 Juni 2017, berdasarkan hasil survei awal diketahui arus Selat Gonsalu memiliki kekuatan 2,5 meter perdetik pada bulan gelap dan 3,5 meter pada detik pada bulan terang (purnama) yang dipengaruhi gravitasi bulan.

“Belanda untuk pembangkit listrik tenaga arus atau ‘tidal wave’ di daerah NTT, itu sudah finalisasi. Ada potensi 300 MW, tapi mungkin akan kita kerjakan tahap awal 30 MW,” kata Luhut dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu, 14 Juni 2017.

Pemanfaatan energi arus laut itu, demikian Luhut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia. Bahkan, ia mengaku baru tahu Indonesia memiliki potensi energi arus laut yang besar, mencapai hingga 300 MW, hanya di satu kawasan, yaitu di NTT.

“Memang harganya awalnya masih sedikit mahal, tapi saya kira dalam perjalanan waktu, biayanya sekitar 6 sen dolar AS per kWh. Kalau bisa 6-7 sen dolar AS per kWh, saya kira sudah cukup baik, sekarang masih sekitar 9-10 sen dolar AS per kWh,” jelasnya.

Oleh karena itu, harapnya, pengembangan tahap awal sebesar 30 MW diharapkan dapat memberikan gambaran pemanfaatan energi baru dan terbarukan tersebut.

“Kita akan tes dulu 30 MW ini. Teknologinya dari Belanda dan Jerman dengan kerja sama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi-red),” tuturnya. (ARJ/Floresa)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here