Abai dengan Jalan Rusak di Watublapi, Bupati Ansar Rera Dikecam

0
629
Inilah kondisi jalan di Watu Leda, Warublapi yang rusak parah sudah 3 bulan, namun tidak ada perhatian dari Bupati Sika Ansar Rera. Di lokasi jalan yang rusak ini tidak ada rambu tanda bahaya. (Foto: dok)

Floresa.co – Jalan menuju Watublapi persisnya di Watu Leda persimpangan Hewokloang antara Botan dan Watublapi, Kabupaten Sikka mengalami kerusakan parah akibat longsor yang terjadi sudah cukup lama.

Dilihat dari besaran bagian jalan robek akibat longsor, dipastikan tidak kurang dari dua meter sobekan tanah karena longsor membuat arus lalu lintas dari dan ke Watublapi mengalami hambatan kemacetan yang parah.

Padahal, rata-rata kendaraan yang melintasi jalan itu adalah kendaraan yang mendistribusikan hasil-hasil kebun masyarakat di pegunungan seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan lain-lain yang mensuplai bahan-bahan kebutuhan dasar sebagian masyarkat di Kota Maumere.

Selain itu, pada posisi robekan tanah yang membuat lebar jalan menjadi berkurang tidak kurang dari dua meter dengan kedalaman tebing jurang yang terjal cukup dalam, persis di posisi jalan sekitar tikungan Watu Leda, jelas sangat mengancam keselamatan pengendara mobil, motor bahkan pejalan kaki, terutama pada malam hari.

Kondisi ini diperparah dengan  tidak nampak sama sekali tanda-tanda atau rambu lallintas yang dipasang untuk sekedar mengingatkan pengguna jalan akan adanya bahaya maut.

“Ini jelas-jelas sebagai bukti bahwa Bupati Sikka Ansar Rera dan SKPD yang membidangi permasalahan perbaikan jalan tidak memiliki kepekaan dan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan nyawa manusia, kelancaran distribusi hasil kebun dan lain-lain,” kata Petrus Selestinus, advokat asal Sikka yang baru-baru ini melewati ruas jalan itu.

Tidak adanya tanda rambu lalu lintas sama sekali yang dipasang sebagai tanda bahaya atau tanda pengaman, kata dia, memberi kesan bahwa Bupati Sikka lalai akan tanggung jawabnya, sehingga meskipun terdapat ancaman keselamatan terhadap nyawa seseorang, tetapi tidak ada satupun aparat daerah yang mau peduli.

“Bupati Sikka Ansar Rera patut disebut sedang menanti kapan ranjau mematikan yang mengancam keselamatan warga ini mulai memakan korban,” tegasnya.

Ia menilai, tampak sangat jelas, sobekan jalan itu sebagai sebuah jebakan yang setiap saat akan memangsa jiwa manusia, siapapun dia termasuk Bupati Sikka Ansar Rera jika tidak hati-hati saat berkunjung ke Watublapi.

Atau, kata Petrus, jangan-jangaan memang Bupati Sikka dan jajarannya tidak pernah berkunjung secara berkala ke berbagai pelosok sekedar melihat dan mendengarkan keluh kesah dan harapan maayarakat ke depan, apalagi sebentar lagi akan memasuki musim Pilkada.

“Kacepatan mengatasi kondisi jalan yang rusak dan mengancam keselamatan nyawa manusia tidak nampak dari kepemimpinan Ansar Rera, sehingga ketika TPDI bersama rombongan melewati jalan itu beberapa hari yang lalu langsung terekam dalam pikiran bahwa ini tanda-tanda Ansar Rera tidak akan maju pada pilkada 2018 atau kalau dia mau maju juga, maka dia tidak punya target untuk memenangkan pertarungan, karena tidak memiliki kepekaan dan tanggung jawab untuk mengatasi jalan rusak yang mengancam nyawa manusia,” jelas Petrus.

Masyarakat di Kecamatan Kewapante, Kangae, Doreng dan Bola dan siapapun akan marah dan bahkan ada warga yang ketika berdialog dengan TPDI sudah bernada geram mengancam akan melarang atau memblokade Bupati Sikka Ansar Rera memasuki wilayahnya jika pada saat menjelang proses pilkada melakukan sosialisasi atau kampanye pada pilkada 2018, karena menganggap Bupati Ansar tidak memperhatikan kesejahteraan dan tidak membangun masyarakat di wilayah timur Sikka.

“Ini merupakan kelalaian terhadap kewajiban seorang Bupati yang taruhannya adalah kepercayaan publik bisa ditarik kembali atau setidak-tidaknya masyarakat di 3 atau 4 Kecamatan di wilayah Timur Sikka tidak akan memilihnya lagi jika ia ikut kembali dalam Pilkada 2018,” tegas Petrus. (ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini