AKBP Marselis Sarimin (Foto: Floresa)

Floresa.co – Pada Jumat 26 Mei 2017, sekitar pukul 11.44 Wita, Floresa.co menghubungi Kaporels Manggarai AKBP Marselis Karrong.

Wawancara via telepon itu dimaksudkan untuk menanyakan soal kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap sepasang suami istri di Ruteng.

Saat Floresa.co menyampaikan maksud hendak menanyakan soal dugaan ancaman pembunuhan itu, Karrong mengatakan di ruanganya sedang ada sejumlah wartawan dari beberapa media antara lain disebutkan Beritasatu.com,Florespost.co dan TvOne.

Durasi pembicaraana berlangsung selama 9 menit 48 detik. Kurang lebih tiga menit, Karrong menjelaskan soal kasus ancaman pembunuhan sepasang suami istri itu. Intinya, dia mengatakan tidak ada ancaman pembunuhan. (Soal Ancaman Pembunuhan Suami Istri di Ruteng, Ini Kata Kapolres Manggarai)

Lalu, kemudian dia mengatakan dia sendiri berkomitmen tidak semua kasus dibawa ke hukum positif atau diselesaikan melalui jalur hukum.

Ia kemudian menyinggung ada 13 kasus kepala desa, dimana pihak yang kalah dalam pemilihan kepala desa mengadu ke Kepolisian Resort Manggarai. Dari 13 itu, kata dia 7 diantaranya sudah brehasil diselesaikan. “Ternyata karena pesan sponsor,”ujarnya.

Floresa.co, kemudian bertanya, kepala desa apa saja itu? “Banyak ini. Ada dari Manggarai Timur, ada dari Manggarai tengah. Tapi saya tidak bisa sebut satu per satu. Tapi (ada) 13 kasus,”jawab Karrong.

Floresa.co mencoba mengelaborasi lebih jauh dengan bertanya, dari Manggarai Timur berapa kasus?

“Di Matim, dari 7 (kasus), empat sudah kita mediasi. Tiga yang belum selesai,”jawab Karrong.

Lalu, Floresa.co kemudian bertanya, kasus apa saja yang dilaporkan terkait kepala desa itu?

“Banyak. Kasus yang sebenarnya tidak ada dilaporkan seperti Raskin, terus pembangunan Rabat. Kita cek ke lapangan, ternyata tidak seperti itu. Karena itu tadi, karena tidak menang Pilkades (Karrong sebutnya Pilkada), berusaha menjatuhkan yang menang,”jawab Karrong.

Floresa.co, kemudian ingat satu kasus terkait Raskin di Manggarai Timur yang laporkan warga, yaitu kasus kepala desa Waling. Kasus ini memang beberapa kali ditulis Floresa.co.

Lalu, ditanyakan ke Kapolres bagaimana dengan kasus Waling ini?

“Waling ini besok, Minggu (28/5) kita mediasi,”jawab Karrong.

Oh, mediasi juga penyelesainnya? Tanya Floresa.co.

“Ya, kita mediasi karena ini sepertinya orang yang datang kemarin yang saya suruh datang, seperti ada sponsornya. Ternyata setelah sampai di sini, baru dia tahu. Ternyata memang polisi minta untuk memberikan keterangan, bukan diancam-ancam. Nanti minggu saya mau bertemu dengan mereka semua. Kita mau konfirmasi dua kubu. Kubu yang sebelah cuma 11 orang yang merasa tidak terima sesuai aturan. Kita lagi periksa,… ininya. Apa namanya? Kepala dusun kah? Kepala dusun mengatakan, ‘Kita, yang kita terima cuma Rp 1.600.’ Tetapi yang 11 orang katanya mereka kasih Rp 2.000. Jadi, kepala dusun bilang, ‘bapa kita tidak terima di luar dari pada, sesuai dengan harga, harganya kan Rp 1.600’. Tetapi kita juga sudah periksa… (batuk-batuk). Itu makanya kita mau memediasi lagi, kebenarannya yang mana sebenarnya. 11 orang lawan banyak sekali. Informasinya berbeda. Ternyata semuanya terima sesuai dengan itu, sama dengan yang lain. Tidak tau yang 11 ini dari dunia mana ini,”jelas Karrong.

Jadi, penyelesaiaanya melalui mediasi? Tanya Floresa.co meminta penegasan.

“Iya, saya rencana Minggu (28/5). Karena mereka undang saya untuk gereja di sana. Setelah gereja baru, saya dengan Kanit Tipikor, dan saya sendiri berbicara langsung dengan mereka. Artinya begini adik, kita tidak mau kan, mereka ini berkepanjangan, dendam satu sama lain toh. Kita mau mereka bisa berdamai. Terus kemudian satu sama lain bisa pegang tangan, bisa peluk, kembali seperti sedia kala. Saya lebih condong ke situ, dari pada kita bawah ke hukum positif, teryata nanti begitu putus, mereka baku dendam terus. Ya, kita tidak mau seperti itu, makanya saya mau coba (mediasi). Mereka sudah terima, makanya mereka undang saya hari Minggu,”jelasnya.

Kurang lebih empat menit Floresa.co dan Kapolres berbicara soal kasus Waling ini. Lalu, kemudian Floresa.co menanyakan kasus saling lapor antara Wakil Ketua DPRD Manggarai Osi Gandut dan Marsel Ahang. (Baca: Kapolres Manggarai Tawarkan Penyelesaian Mediasi Osi dan Ahang)Pembicaraan tentang dua anggota DPRD ini berlangsung kurang lebih dua menit.

Kapolres Manggarai kemudian membantah ke Waling untuk memediasi kasus Raskin yang dilaporkan warga, seperti diberitakan sebuah portal pada Senin 29 Mei. (Baca: Kapolres Manggarai: Penyelesaian Kasus Kades Waling Dimediasi)