Kons Hati dan Feronika Jeramu (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Kapolres Manggarai, NTT AKBP Marselis Karrong mengatakan kasus dugaan ancaman pembunuhan yang menimpa sepasang suami istri di Ruteng sedang ditangani pihak kepolisian.

Karrong mengatakan dua belah dalam kasus ini sudah saling melapor ke pihak kepolisian.

“Dua-dua melapor ke kita. Yang dinyatakan pelaku dan korban semua melapor ke sini,”ujar Karrong saat dihubungi Jumat 26 Mei 2017.

Karrong mengatakan dirinya dipaksa untuk menahan Yeremias Leta karena dilaporkan telah melakukan percobaan pembunuhan kepada suami istri Kons Hati dan Feronika Jeramu pada Senin 15 Mei lalu.

Tetapi Karrong mengatakan ia tidak bisa menahan Yeremias karena tidak ada saksi yang melihat percobaan pembunuhan itu.

“Saksi tidak ada yang melihat langsung kejadian. Bahkan dari saksi pelaku kita sudah periksa. Tidak ada mengancam di sana. Hanya memang perang mulut, iya,”ujar Karrong.

Karrong mengatakan dalam perang mulut itu, tidak ada pengancaman dengan parang. Parang miliki Yeremias masih ada di dalam sarungnya.

“Menurut cerita dari korban, katanya parang itu diancung-ancung. Padahal, nggak. Dari kesaksian tiga orang tidak ada, parangnya masih ada di dalam sarungnya,”ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, warga Kelurahan Watu Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai, Kons Hati dan Feronika Jeramu mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari Yeremias Leta pada Senin 15 Mei lalu.

Kejadian ini bermula dari tuduhan Yeremias Leta bahwa pasangan suami istri tersebut membuang sampah ke tanah miliknya. Tanah yang ditanami singkong tersebut terletak di samping sebelah utara rumah suami-istri Kons dan Feronika. Namun, Kons dan Feronika membantah membuang sampah ke lahan milik Yeremias.

Pada Senin (15/5), usai mengikuti apel bendara di kantornya di Puskemas Kota Ruteng, Roni balik ke rumah mereka untuk mengambil laptop yang ketinggalan. Sampai di rumah, di depan rumah mereka tertumpuk sampah, bekas pempers orang dewasa.

Menurut Roni, seperti dilaporkan Beritasatu.com, selang dua menit kemudian muncul Yeremias Leta dengan sebilah parang di tangannya, mengejar Roni sambil berteriak,”Percuma sekolah tinggi, buang sampah di kebun saya”.

Karena itu, Roni lari sambil berteriak minta tolong ke tetangga. “Saya juga menelepon suami saya,” kata Roni.

Selang sekitar lima menit kemudian, suaminya Kons Hati, tiba di depan rumah mereka dengan sepeda motornya. “Kehadiran suami saya membuat Yeremias Leta semakin berang dan berusaha menyerang Kons dengan sebilah parangnya,” kata Roni.

BACA Juga:

Entah kenapa, Kons yang tidak melarikan diri dan membiarkan pelaku mengayukan parangnya, malah mengurungkan niatnya, namun mengeluarkan kata-kata kotor, seperti,”Anjing kau, percuma S2, membuang sampah di tempat saya”. (PET/Floresa)