Pengembangan Desa Wisata Salah Satu Strategi Memajukan Perekenomian Desa

0
1043
Uskup Hubert Leteng, Pr sedang menyiram halaman rumah adat Wae Rebo dengan air berkat pada Rabu, 19 April 2017. Wae Rebo, yang masuk Desa Satar Lenda merupakan salah satu contoh pengembangan wisata di tingkat desa.

Floresa.co – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo mengatakan, pengembangan desa wisata dapat menjadi langkah untuk memajukan perekonomian desa di Indonesia.

“Desa dapat mengembangkan potensi desa, termasuk pariwisatanya, sebagai produk unggulan desa,” katanya saat menghadiri pekan seni dan budaya bertajuk “Ubud Royal Weekend” di Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali, Sabtu, 20 Mei 2017, sebagaimana dilansir Kompas.id.

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk mengembangkan desa yang memiliki potensi pariwisata.

Setiap desa diyakini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan dibangun. Pariwisata jadi potensi desa, selain pertanian atau perikanan dan lainnya. Dana desa yang disediakan pemerintah untuk mendorong perekonomian desa cepat bertumbuh dan desa menjadi maju.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib menambahkan, kementerian bekerja sama dan berkolaborasi untuk pengembangan desa wisata. Pembangunan desa merupakan wilayah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Kementerian Pariwisata mendukung di sisi pengembangan kepariwisataannya,” jelas Hiramsyah.

Di tempat sama, Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Agus Muharram mengatakan, koperasi menjadi sarana memasarkan produk-produk yang dihasilkan masyarakat di desa. Itu sebabnya di desa yang memiliki potensi pariwisata perlu dikembangkan koperasi yang nantinya bisa menangani pemasaran produk.

Kementerian Pariwisata menargetkan pembentukan 20.000 rumah singgah (homestay) pada tahun ini untuk mendukung pencapaian target pariwisata. Rumah singgah untuk akomodasi wisata tersebut berada di desa, terutama desa yang menjadi tujuan wisata.

“Membangun pariwisata dapat melalui desa wisata Dengan memiliki 74.910 desa saat ini, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pariwisata di setiap desa,” ujar Hiramsyah.

Bali menjadi contoh pengembangan desa wisata. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pengembangan 100 desa wisata hingga tahun 2018. Sementara Ubud sebagai daerah wisata dikembangkan rumah singgah untuk wisatawan. Untuk pengembangan pariwisata di desa perlu dirumuskan fokus pengembangan. (ARL/Floresa)

Advertisement
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here