Ilustrasi. (pattirosemarang.org)

Floresa.co – Survei yang dilakukan Areopagus Indonesia, lembaga riset berbasis di Jakarta terkait pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap sejumlah harapan bagi pemimpin baru.

Yanto Fulgenz, direktur lembaga itu mengatakan,  mereka merangkum ada lima harapan pokok warga NTT dari survei  online yang digelar pada 23 April-13 Mei itu dengan responden yang mencapai 436.

Kelimanya, kata Yanto, adalah pemberantasan korupsi, kualitas pendidikan yang baik, terentasnya masalah kemiskinan, perbaikan dan pengembangan infrastruktur serta reformasi birokrasi.

Menurut dia, sebanyak 88 kali netizen menyebut persoalan utama NTT saat ini adalah korupsi, sehingga pemimpin yang baru harus bebas dari korupsi dan berani melawan oknum korup yang sudah mengakar di provinsi itu.

Harapan lain, kata dia, pemimpin NTT ke depan memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan serta akses pendidikan yang menjangkau sampai ke seluruh pelosok.

“Harapan ini sesungguhnya menegaskan sejumlah data misalnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan NTT yang berada di tiga besar terakhir,” kata Yanto.

Netizen, kata dia, juga berharap pemimpin baru bisa meningkatkan derajat hidup, mengurangi pengangguran dan angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait pengembangan infrastruktur, pemimpin NTT perlu melakukan investasi secara maksimal dengan tepat dan terukur di bidang infrastruktur dasar (jalan – jembatan, air bersih, dan penerangan) wilayah untuk mengurangi gap antardaerah yang makin tajam sekaligus upaya untuk menghadirkan sentra-sentra produksi baru.

“Selain itu, pembangunan infrastruktur yang berbasis budaya dan ramah lingkungan perlu menjadi prioritas para pemimpin,” katanya.

Hal terakhir, jelas dia, adalah reformasi birokrasi. “Sistem birokrasi yang berbelit-belit menjadi kritikan para netizen. Harapan netizen adalah reformasi birokrasi dan penggunaan sistem e-government dengan tata kelola anggaran yang baik,” katanya.

“Birokrasi mengedepankan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang berbanding lurus denga capaian kinerja pegawai dan kualitas,” lanjut Yanto.

Secara umum, kata dia untuk memenuhi harapan-harapan itu, netizen merindukan pemimpin baru yang tegas, cerdas, jujur, berani, merakyat dan berintegritas.

Survei yang dirilis pada Selasa, 16 Mei ini juga mengungkap tokoh-tokoh pilihan netizen untuk memimpin NTT yang diyakni akan bisa memenuhi harapan mereka.

Nama Boni Hargens, figur muda asal Manggarai, kata Yanto, menempati urutan pertama. Dengan raihan 20,8 persen, Boni terpaut jauh dengan figur seperti Benny Harman (14,6), Raymundus Fernandez (13,4), Esthon Feonay (6,7), Kristo Blasin (5,3), Melky Lakalena (5), Andre Garu (3,3) persen dan Adinda Lebu Raya (2,6) persen.

Yanto mengatakan, ada kaitan antara harapan netizen untuk pemimpin baru dengan pilihan mereka terhadap sosok seperti Boni.

“Dari 5 nilai pemimpin ideal yang diharapkan netizen, mereka menilai ada 3 yang dimiliki Boni, yaitu cerdas, jujur, dan tegas,” katanya.

Tidak hanya itu, jelas dia, dari lima persoalan utama NTT yang ditemukan dalam survei, memiliki hubungan langsung dengan tingkat dominasi netizen memilih Boni.

“Ini khususnya terkait persoalan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur yang tidak merata dan reformasi birokrasi yang belum tuntas,” katanya.

Haris Putra Mbon, manajer riset Areopagus Indonesia menjelaskan, survei ini menggunakan metode non probability sampling, khususnya teknik sampling aksidental, dengan desain survei cross sectional study.

“Metode pengumpulan data adalah kuisioner, yang disebarkan kepada netizen yang berasal dari NTT melalui media sosial,” kata Haris.

Ia menambahkan, kuisioner tidak hanya dibagikan kepada perorangan, tetapi juga grup-grup media sosial netizen warga NTT,” lanjutnya.