Guru SMK ) Sadar Wisata Ruteng berpose dengan Hermann Ayen dari yayasan Senior Experten Service milik Pemerintah Jerman (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng di Kabupaten Manggarai-Flores menjadi salah satu dari 35 sekolah kejuruan yang masuk dalam program revitalisasi SMK nasional.

Program revitalisasi SMK diseluruh Indonesia itu bekerjasama dengan SES (Senior Experten Service). SES merupakan sebuah yayasan milik pemerintah Jerman yang berkonsentrasi mengembangkan sekolah kejuruan yang berkualitas.

Kerja sama dengan SES  telah disepakati antara presiden Jokowi bersama pemerintah Jerman melalui MoU, ketika Jokowi melakukan kunjungan ke Jerman tahun 2016 lalu. Presiden Jokowi membawa serta menteri Pendidikan Anies Baswedan kala itu.

Sebagai wujud dari kerja sama tersebut, SMK Sadar Wisata telah dikunjungi oleh seorang tenaga ahli dari Jerman yaitu Hermann Ayen. Ia mendatangi SMK Sadar Wisata sekitar awal Mei lalu.

Yohanes Taji, Ketua Program Keahlian Akomodasi Perhotelan SMK Sadar Wisata Ruteng, menjelaskan kerja sama antara lembaga SES dengan sejumlah SMK di Indonesia bertujuan mengembangkan sekolah kejuruan di Indonesia.

“35 SMK di Indonesia mendapat kesempatan pertama untuk dibina secara lansung oleh para profesional dari Jerman atau tenaga ahli dari SES. Termasuk SMK Sadar Wisata,” ujarnya kepada Floresa.co Sabtu, 13 Mei 2017.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan peran SMK dalam pembangunan di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan tenaga profesional dari Jerman menerapkan dan mengembangkan kurikulum Dual Sistem yang telah dilaksanakan di negara Jerman.

“Di Jerman ada kurikulum dual sistem yaitu sinkronisasi antara kurikulum yang ada di sekolah disesuaikan dengan permintaan dari dunia usaha dan industri,” terangnya.

Dengan demikian sekolah mensuplai tenaga kerja, tetapi yang memintanya adalah dunia usaha dan industri. Ia juga menjelaskan selama kurang lebih dua minggu Mr. Hermann melakukan pembinaan kepada siswa SMK Sadar Wisata Ruteng. Dan hari Sabtu kemarin sebagai hari perpisahan dengan Mr. Herman.

Oleh karena program ini sekolah mampu menciptakan tenaga profesional. Untuk menghasilkan tenaga profesional tersebut maka dibutuhkan salah satunya kurikulum yang memadai.

“Kurikulum yang betul – betul memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri,”ujarnya.

Tujuan utama kedatangan Mr. Hermann adalah untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Dalam penyusunan kurikulum ini, Mr. Herman menyarankan untuk melibatkan seluruh dunia usaha di Flores. Dalam meramu kurikulum di sekolah,”jelasnya.

Wihelmus Sebastian, Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng mengatakan program revitalisasi ini bertujuan untuk menghasilkan siswa yang siap bekerja.

“Siswa yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kompetensi yang dimiliki sesuai tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maka kehadiran Mr. Herman sangat penting untuk memadukan sistem pendidikan di Jerman dengan Indonesia,” imbuhnya.

Pihaknya kata dia harus bekerja sama dengan pelaku dunia usaha dan industri untuk menyusun sebuah kurikulum.

“Kompetensi apa yang diinginkan oleh dunia usaha dan industri, apa yang mereka butuhkan maka dengan begitu, sekolah akan melaksanakan kurikulum sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.

Selain itu, kata dia praktek mesti lebih banyak daripada teori. Maka frekwensinya praktek 70 persen sedangkan teori hanya 30 persen. Dengan demikian sekolah harus menyiapkan fasilitas praktek.

Hermann Ayen, mengatakan dirinya ingin mengkombinasikan sistem pendidikan ala Jerman untuk diterapkan di Indonesia.

“Pada prinsipnya saya ingin berbagi pengalaman dan disandingkan dengan program yang sudah berhasil di Jerman,” jelas Mr. Herman kepada Floresa.co Sabtu siang.

Tarian Caci Disuguhkan dalam Perpisahan dengan Mr. Hermann Ayen

Sejumlah siswa SMK Sadar Wisata mementaskan tarian Caci saat perpisahan dengan Mr. Hermann Ayen pada Sabtu, 13 Mei 2017.

“Ini salah satu program SMK untuk merevitalisasi budaya Manggarai,” kata Yohanes salah satu guru.

Siswa SMK Sadar Wisata Ruteng mementaskan tarian Caci saat perpisahaan dengan Hermann Ayen.  (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)
Siswa SMK Sadar Wisata Ruteng mementaskan tarian Caci saat perpisahaan dengan Hermann Ayen. (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Selain itu, sejumlah siswa – siswi SMK Sadar Wisata juga memperagakan tarian rangkuk alu. Acara semakin seru ketika sejumlah penonton bersorak sorai saat Mr. Hermann Ayen ikut dalam tarian rangkuk alu.

“Ini merupakan kesempatan kita memperkenalkan budaya Manggarai kepada turis Asing,” kata Yohanes.

Mr. Hermann Ayen mengaku merasa senang ketika menyaksikan sejumlah tarian adat Manggarai.

“Ini pengalaman terbaik bagi saya,” ujarnya singkat.

Tak hanya sejumlah guru dan awak media, warga sekitar juga turut hadir memenuhi halaman SMK Sadar Wisata Ruteng untuk menyaksikan kegiatan yang berlansung sehari itu. (Ronald Tarsan/Floresa).