Ketua KPUD Lembata Petrus Payong Pati mengalami luka pada bagian muka (Foto: KPUD NTT)

Floresa.co – Ketua KPUD Lembata Petrus Payong Pati dipukul Melky Pranata Koedoeboen, seorang pengacara, usai sidang kode etik di kantor Dewan Kehormatan Pemilu (DKPP) di Jakarta, Rabu 10 Mei 2017.

Melky adalah pengacara Herman Wutun-Vian Burin, calon bupati dan wakil bupati Lembata yang telah kalah pada pilkada serentak Februari lalu. (Baca:Usai Sidang di DKPP, Ketua KPUD Lembata Dipukul Pengacara Pengadu)

Melky mengakui telah memukul Petrus Payong. Menurutnya, ia melakukannya secara spontan karena tersinggung dengan Petrus yang menyalaminya dari samping. (Baca:Ini Alasan Pengacara Pukul Ketua KPUD Lembata)

Namun, Petrus Payong membantah bila tindakan tersebut dilakukan secara spontan dan karena ketersinggungan akibat menyalami dari samping. Menurut Petrus, dirinya justeru dikejar pelaku dari belakang dan kemudian memukulnya.

Kepada komisioner KPUD NTT Thomas Dohu, Petrus mengatakan dirinya dikejar pelaku sesaat setelah dirnya keluar dari lift di lobi kantor DKPP.

Petrus mengatakan usai sidang dirinya memang turun duluan, mendahului komisioner KPUD Lembata lainnya yang masih berada di ruangan sidang.

Saat keluar dari lift di lobi kantor DKPP, ia melihat pelaku berada di dekat ruangan sekuriti.

Lalu, Petrus berbelok ke arah ruangan media centre. Pelaku kata dia kemudian mengejar dia. Petrus membatah Melky terlebih dahulu menanyainya.

“Sama sekali tidak, kenal saja tidak. Dia dari belakang kejar saya, itu di CCTV jelas. Dari belakang kejar saya, langsung pukul saya,”ujar Petrus dalam rekaman yang diperoleh Floresa.co dari Thomas Dohu.

Menurut Petrus, saat Melky mengejarnya dari belakang, ia secara refleks menoleh. Hal itu terlihat dalam rekaman CCTV. Saat itulah, Melky menghantamnya tepat di bagian mulut.

Usai dipukul, dirinya sempoyongan. Saat sempoyongan itu, pelaku sempat menendangnya sehingga dirinya terjatuh.

“Saya itu sadar ketika saya sudah di lantai. Waktu pukul saya sama sekali tidak lihat, karena dia dari belakang,”ujar Petrus.

Petugas keamanan, kata dia baru datang setelah dirinya dipukul.

Setelah memukul dirinya, pelaku kata Petrus, sempat berteriak, ‘Ini Jakarta, saya tidak pernah kalah’. Pelaku juga mengklaim dirinya sebagai ‘utusan rakyat Lembata.’ Pelaku kata Petrus juga menanyakan,’Kau ini keluarganya China kah?’

Peristiwa ini terjadi setelah sidang pembacaan putusan di kantor DKPP. Dua pasangan calon kepala daerah pada pilkada Lembata mengadukan KPUD setempat ke DKPP terkait penetapan Eliaser Yentji Sunur sebagai salah satu calon dalam pilkada Lembata. (Baca:KPUD NTT Protes Keras Aksi Pemukulan Ketua KPUD Lembata)

Dalam sidang tersebut, KPUD Lembata dinyatakan tidak melanggar kode etik dan dipulihkan nama baiknya. (PET/Floresa)