Romo Inosentius Mansur Pr, kodinator aksi damai melawan radikalisme sedang diwawancarai para wartawan di Polres Sikka, Minggu, 6 Mei 2017. (Foto: Anno Susabon)

Maumere, Floresa.co – Para imam dan frater di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka menggelar aksi damai dengan mengantar karangan bunga ke Markas Polres Sikka pada hari Minggu, 7 Mei 2017.

Aksi yang digelar pada pagi hari pukul 10.00 Wita itu diikuti oleh praeses atau pimpinan komunitas, Romo Philipus Ola Daen Pr; pendamping para frater, Romo Inosentius Mansur Pr serta para frater.

Rombongan aksi damai diterima langsung oleh Wakapolres Sikka, Kompol Muhamad Saleh Sukanda dan beberapa anggota polisi.

Romo Ino mengatakan, aksi itu bertujuan mendorong munculnya gerakan damai dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dari serangan kelompok radikal dan fundamentalis.

“Kami melakukan aksi damai ini dengan intensi untuk mendukung penuh pihak kepolisian sebagai penjaga keamanan negara yang bersinergi dengan TNI untuk melawan gerakan-gerakan radikal yang memecah-belah persatuan bangsa,” katanya.

Ia pun mengundang komunitas-komunitas masyarakat lain untuk bergabung dalam gerakan ini sehingga ini benar-benar menjadi gerakan kolektif yang didukung oleh pelbagai kalangan yang mencintai NKRI.

Sementara itu, menurut Romo Philipus, aksi mereka “semacam antitesis atas tesis yang dibangun oleh kaum radikalis yang menganggap kekerasan sebagai jalan keluar bagi persoalan agama.”

Wakapolres Sikka, Kompol Sukanda mengucapkan terima kasih dukungan  komunitas Ritapiret terhadap mereka.

Menurutnya,  radikalisme memang harus dilawan, salah satunya dengan menggelar aksi damai seperti ini.

“Semoga dukungan ini menjadi motivasi bagi Polres dalam upaya mewujudkan keadilan dan perdamaian,” tegasnya.

Pilihan cara menyerahkan karangan bunga kepada aparat kepolisian menjadi populer setelah baru-baru ini, Kapolri Tito Karnavian mengatakan, mereka membutuhkan dukungan masyarakat untuk menumpas kelompok radikal, yang kian mengkuatirkan.

Pernyataannya itu kemudian direspon publik dengan mengirim bunga ke Mabes Polri di Jakarta, istana negara, Mabes TNI, juga di markas-markas kepolisian lainnya. (Anno Susabun, Maumere/ARL/Floresa)