Karung berisi sampah dari Taman Nasional Komodo (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama sejumlah elemen masyarakat di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat – Flores berhasil mengumpulkan sampah dari sejumlah lokasi di Taman Nasional Komodo, Sabtu 6 Mei 2017. (Baca:Kementerian Lingkungan Gelar Aksi Pungut Sampah di Taman Nasional Komodo)

Ada hampir 200 karung plastik berkapasitas 10 kilogram (kg) disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam aksi pungut sampah ini. Semua karung yang disediakan itu terisi penuh.

Ada berbagai jenis sampah yang dikumpulkan seperti botol, kaleng,plastik, topi,pakaian dan bergabai jenis sampah anorganik.

Setelah terkumpul, sampah-sampah tersebut diangkut ke kota Labuan Bajo.

Setiba di Labuan Bajo, setelah ditimbang, sampah-sampah tersebut kemudian diangkut mobil BLHD Manggarai Barat untuk diserahkan ke pengelola sampah yang menjadi mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Sudiyono enggan membeberkan dari mana sampah-sampah itu berasal.

”Sampah itu tidak bermerek. Jadi, bisa dari mana saja. Yang jelas kita berupaya sampah itu berkurang”,”ujarnya usai kegiatan pemungutan sampah kepada Floresa.co, Sabtu 6 Mei 2017.

Bisa saja kata dia sampah-sampah itu terbawah arus laut, dari kapal-kapal yang melintas di sekitar, termasuk dari kabupaten tetangga.

Ia berharap agar ke depan ada peraturan yang tegas terkait transportasi laut lebih khusus berkaitan dengan kebersihan.

“Ke depan harus ada protap yang jelas terkait sampah dari transportasi. Apakah dibuang ke pelabuhan tujuan atau pelabuhan pemberangkatan,”tambahnya.

Dia berharap sampah tidak ada lagi kawasan TNK ke depannya. Untuk itu, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan.

Partisipan dalam kegiatan pungut sampah di TNK Sabtu 5 Mei 2017 (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)
Partisipan dalam kegiatan pungut sampah di TNK Sabtu 5 Mei 2017 (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Agus Saefudin dari Direktorat Jenderal Pengolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) mengatakan pihaknya diminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menata kawasan TNK.

“Bu Menteri (Siti Nurbaya Bakar) sangat konsen memberikan perhatian ke wilayah ini. Karena, daerah ini merupakan daerah destinasi dunia”,ujarnya.

“Kami diberi tugas untuk menata seluruh kawasan. Kami juga diminta agar bersama Pemda dan masyarakat, bekerja bersama mengatasi masalah sampah,”tambahnya.

Ia juga meminta Pemda Manggarai Barat bersama masyarakat agar terlibat aktif mengatasi persoalan sampah di wilayah ini.

“Kita butuh peran masyarakat untuk memilah sampah anorganik dan organik. Lalu, pemda juga harus mampu menyediakan tempat penampungan di kelurahan,”ujarnya.

Kementerian kata dia sudah bermitra dengan WWF untuk mengelola sampah anorganik di Labuan Bajo.

“Di Labuan sendiri, mitra ini sudah berjalan,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)