Warga Cumbi Kecamtan Ruteng mengerumuni lokasi tempat kejadian perkara (Foto; Polisi)

Ruteng, Floresa.co – Ignasius Ranuk, warga kampung Cumbi Desa Cumbi Kecamatan Ruteng mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya. Jari tangannya bahkan ada yang terputus.

Berdasarkan sejumlah foto yang diterima Floresa.co, Ignasius Ranuk mengalami luka parah di lengan kanan. Kemudian satu luka di dada bagian kanan. Empat jari tangan kiri pun terputus.

Ignasius Ranuk dibacok YH, warga lainnya pada Selasa 25 April 2017 sekitar pukul 15.30 Wita.

Informasi yang diperoleh Flroesa.co, kejadian bermula pada Senin 24 April 2017 kemarin. Sekitar pukul 11.00 Wita bertempat di pekuburan umum kampung Cumbi, YH dicegat korban bersama rekannya.

Korban mengalami luka para di bagian tangan dan dada (Foto: Polisi)
Korban mengalami luka para di bagian tangan dan dada (Foto: Polisi)

Korban mencegat YH karena sebelumnya, YH melarang korban melintasi jalan di kebunnya. Menurut polisi, korban sempat mengancam YH.

YH rupanya tak terima. Pada Selasa 25 April sekitar pukul 15.30 Wita, YH menghadang korban dan melarangnya melintasi jalan di ladangnya.

Namun, korban tak mengindahkan larangan itu dan lantas mencaci maki pelaku.

“Hal ini membuat pelaku emosi dan mengayunkan sebilah parang ke arah tubuh korban yang mengakibatkan korban terluka parah,”demikian laporan polisi yang diperoleh Floresa.co.

Aparat kepolisian dari Polres Manggarai sudah turun ke lokasi kejadian dipimpin langsung Kapolres Manggarai Marselis Sarimin.

Polisi tiba dilokasi sekitar pulul 16.25 Wita.

Korban sudah dilarikan ke RSUD dr Ben Mboi di Ruteng untuk mendapat pertolongan medis.

Sementara pelaku YH sudah diamankan di Mapolres Manggarai.

“Pukul 17.25 Wita situasi di Kampung Cumbi, Desa cumbi, kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai masih kondusif,”klaim polisi dalam laporannya. (Ronald Tarsan/Floresa)

Keterangan tambahan:

Berdasarkan masukan pembaca melalui email Flroesa.co, korban Ignasisu Ranuk adalah warga  kampung Mera, Desa Poco Likang, kecamatan Ruteng-Manggarai, bukan warga Cumbi.