Acara penggalangan dana oleh anak muda di Labuan Bajo untuk membantu biaya media pasien di Denpasar, Bali. (Foto: dok)

Floresa.co – Usai membaca berita tentang pasien kesulitan biaya medis di Denpasar Bali, komunitas Pemuda-Pemudi Labuan Bajo Bersatu (P2LB) mengadakan kegiatan penggalangan dana di kota Labuan Bajo.

Pada Sabtu sore, 1 April 2017, dengan mengenakan kostum merah, mereka bersiaga di lampu lalu lintas di Langkakabe, Labuan Bajo.

Mereka menghampiri tiap kendaraan yang lewat seraya menyodorkan kotak sumbangan.

Selama dua jam, mereka pun  berhasil mengumpulkan dana senilai 3 juta rupiah.  

Rio Prakoso, anggota P2LB mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan sebagai wujud solidaritas mereka terhadap kesulitan keluarga pasien.

“Kami baca berita, lalu kami rapat dan berusaha membantu sebisa mungkin,” ujarnya.

Berita yang dimaksud merujuk pada yang artikel dimuat Floresa.co beberapa hari lalu. Berita berjudul “Kesulitan Biaya Medis, Warga Asal Matim di Bali Berharap Ada yang Membantu”  itu mengisahkan tentang  keluarga pasangan Leonardus Arveno dan Srila Tango, dari Kecamatan Poco Ranaka yang baru saja melakukan perawatan intensif terhadap buah hati mereka, Safrianus Loyra, namun tidak bisa melunasi biaya medis.

Anggota P2LB. (Foto: dok)
Anggota P2LB. (Foto: dok)

Komunias P2LB yang beranggotakan 20 orang mulai terbentuk pada akhir 2016. Sebagian besar anggotanya adalah remaja SMP dan SMA.

“Saat terbentuk, kami ingin sejak remaja menjadi lebih peduli dengan masalah sosial” ujar Rio.

Awal terbentuknya, mereka mengadakan event colour run di kota Labuan Bajo. Event ini diikuti oleh remaja dan warga di sekitar kota Labuan Bajo. Acara lari pagi tersebut diramaikan dengan cara lempar warna.

“Ini sebenarnya hanya mau menyemarakkan kota Labuan Bajo dengan kreativitas anak muda” ujarnya.

Dalam kegiatan selanjutnya, P2LB memiliki agenda rutin. Tiap hari Jumat setiap pekan, mereka mengadakan bakti sosial pemugutan sampah di sekitar kota Labuan Bajo.

P2LB dalam acara colour run. (Foto: dok)
P2LB dalam acara colour run. (Foto: dok)

Mereka bekerja sama dengan kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (P2L) dan Trash Hero.

Menariknya, tiap kali mengadakan kerja bakti, komunitas ini tak lupa membuat vlog.

Kegiatan mereka dapat dilihat di channel You Tube, Rio Maniki. 

“Kami sebisa mungkin melakukannya sambil bergembira bersama” tutur Rio. (GREG/Floresa)