Peti Jenazah untuk Dula dan Lebu Raya

1
2735
Dua peti jenazah dalam aksi teatrikal menolak privatisasi Pantai Pede, Rabu, 27 Maret 2017 di Labuan Bajo, Manggarai Barat. (Foto: Floresa)

Floresa.co –  Dua peti jenasah menandai aksi teatrikal di depan kantor bupati Manggarai Barat dalam demonstrasi menolak privatisasi Pantai Pede pada Rabu, 29 Maret 2017.

Dua peti tersebut ditempatkan tepat di depan kantor bupati, dikeliling masa demonstran dan polisi pamong praja. Di depan masing-masing peti ditempatkan salib berukuran besar. Pada masing-masing salib tertulis, “RIP Frans L” dan “RIP Gusti CD”

Tidak hanya itu. Di atas kedua peti tersebut, para aktivis menabur bunga, lalu disirami dengan air dan pasir yang diambil dari Pantai Pede. Sambil menabur, orator selalu menyerukan, “kedua peti ini adalah untuk kematian hati nurani pejabat di daerah ini”.

Sementara itu, berbagai poster diperlihatkan, di mana tertulis“Pantai Pede, Pantai Kami”, “STOP privatisasi Pantai Pede”, “Kami butuh Ruang, Bukan Uang”, “Pantai Pede, bukan Pantai PedeIP”, “Bubarkan Koalisi partai di Pede”.

Sayangnya, kedua pemimpin yang dimaksud dari kegiatan teatrikal tersebut tidak berada di tempat saat aksi tersebut berlangsung. Bupati Agustinus Ch. Dulla dikabarkan sedang berada di Makassar.

Aksi unjuk rasa ini dipelopori para aktivis, mahasiswa serta para pastor.

Salib yang dipasang di dekat peti jenazah. (Foto: Floresa)
Salib yang dipasang di dekat peti jenazah. (Foto: Floresa)

Selain itu, aksi yang sama juga digelar di Jakarta oleh Aliansi Mahasiswa Manggarai (AMANG). (GSG/Foresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini