Banjir dan Longsor Melanda Kecamatan Boleng, Mabar

0
724
Longsor sebagai salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Manggarai Barat. Jalan Terang-Labuan Bajo yang putus akibat lonsor. (Foto: Facebook David Eping)

Floresa.coAkibat cuaca ekstem selama sepekan terakhir, terjadi banjir dan longsor di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain ruas jalan ke ibukota Kabupaten, Labuan Bajo dari Terang menjadi lumpuh total karena longsor di sejumlah titik, warga juga terancam kelaparan karena lahan sawah mereka tersapu banjir.

Lipus Tulur (38), warga Boleng, mengatakan pada Senin 27 Maret 2017, saat ini, kendaraan tidak bisa lagi melintas.

Hal ini, jelasnya, membuat perekonomian menjadi lumpuh, mengingat jalur Terang-Labuan Bajo juga menjadi penghubung ke beberapa kecamatan lainnya di Mabar. 

Situasi ini, jelasnya, juga mempersulit warga untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Warga yang sakit berat, jelasnya, sulit dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dan Rumah Sakit Siloam di Labuan Bajo.

“Ini benar-benar mengancam nyawa pasien. Mobilitas kami terganggu. Masyarakat tak bisa melakukan apa-apa,“ keluhnya.

Sementara itu, di Lando, Desa Mbuit, puluhan hektar sawah dipastikan tidak bisa dipanen setelah tersapu banjir.

Martinus, warga Lando mengatakan, dirinya harus rela kehilangan sekitar 8 bujur lahan sawah. Padahal, rencananya hari berikutnya akan panen. Harapan itu sirna oleh banjir.

Ia mengatakan, sekitar belasan warga lainnya juga mengalami kondisi yang sama dengan tingkat kerugian berbeda-beda.

Bahkan, jelasnya, ada warga yang harus rela kehilangan puluhan karung gabah karena terapu banjir.

Hal ini, kata dia, tentu mengancam stok beras di Boleng dan Labuan Bajo umumnya, apalagi Boleng merupakan salah satu penyangah komoditas strategis khususnya beras ke ibu kota.

Pemda Belum Respon

Liput mengatakan, hingga kini Pemkab Mabar belum mengambil tindakan apa-apa, baik terkait longor maupun banjir.

Camat Boleng, Bona Abunawan, kata dia, memang telah meninjau lokasi, tetapi sejauh ini belum ada tindakan riil dari pemerintah.

Ferdi Lando, seorang warga Desa Mbuit juga mengeluhkan kondisi yang sama.

Dirinya berharap, masalah ini segera diatasi karena benar-benar mengancam keberlanjutan hidup warga.

“Kami minta pemerintah daerah turun tangan. Bantu kami,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Mabar belum menyampaikan keterangan apapun. Camat Boleng juga belum bisa dihubungi. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini