Polisi Janji Segera Proses Kades Waling-Matim

0
584
Kasat Reskrim Kepolisian Resort Manggarai, Iptu Aldo Febrianto (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Kepolisian Resort Manggarai berjanji akan segera menindaklanjut laporan warga terhadap Feliks Gat, Kepala Desa Waling, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Manggarai Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Manggarai, Aldo Febrianto kepada Floresa.co di Mapolres Manggarai Kamis, 23 Maret 2017 siang.

“Kami segera tindaklanjuti pengaduan masyarakat (Dumas) itu,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta penyelidikan terhadap Feliks Gat.

“Iya. Kita akan segera lakukan pulbaket. Kemudian kita datangkan ahli yang bisa menghitung kerugian negara. Setelah itu, keterangan ahli kita masukan kepada BPK. Lalu BPK bisa melakukan audit, lalu keluarlah hasil audit investigasi,” jelasnya.

Hasil audit investigasi BPK tersebut, kata dia menjadi alat bukti untuk menunjukan Laporan Polisi.

“Setelah ada laporan polisi baru kita tetapkan tersangka. Terkait lembaga auditor, menurut Perma (Peraturan MA) yang baru cuma satu yaitu BPK. Semuanya di sana,” tutup Kasat Aldo.

Feliks Gat, Kepala Desa Waling, dilaporkan ke Kepolisian Resort Manggarai oleh warganya pada Jumat (10/3).

BACA: Diduga Selewengkan Raskin, Kades Waling Dilaporkan ke Polres Manggarai

Sejumlah warga telah menuding Feliks melakukan pemotongan jumlah beras miskin (raskin) yang didistribusikan ke warga.

Menurut sejumlah warga, mereka seharusnya menerima 180 kilogram (kg) setahun. Tetapi oleh kepala desa dipotong sehingga hanya menerima 40 kg-50 kg.

Dana dari hasil pemotongan itu diduga digunakan untuk pembelian tanah sekolah SMAN 8 Borong dan pembangunan kantor desa.

Feliks Gat telah membantah melakukan penyelewengan dalam distribusi raskin di desanya.

Kades Feliks mengatakan tudingan sejumlah warga itu tidak benar. Faktanya kata dia masyarakat desa Waling tetap menerima Beras Raskin sesuai aturan yang berlaku.

“Laporan mereka tidak benar pak. Masyarakat pemanfaat Raskin Desa Waling tetap menerima 180 kilogram setiap tahun,” ujarnya kepada Floresa.co melalui sambungan telepon Selasa, 7 Maret 2017.

Ia juga menegaskan tidak ada potongan Raskin untuk pembangunan kantor desa seperti diberitakan sebelumnya.

“Saya punya bukti, kalaupun yang mengadu punya bukti silahkan. Nanti kalau ditindak baru kita lihat siapa yang salah,”tandasnya. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini