Pilgub NTT, Tak Ada Parpol yang Tak Berkoalisi

0
582
Ilustrasi

Floresa.co – Pemilihan gubernur NTT akan digelar pada tahun 2018, bersama sejumlah daerah lain di Indonesia.

Saat ini sejumlah nama telah muncul ke publik sebagai bakal calon. Para bakal calon ini pun sudah bergeriliya ke tengah masyarkat untuk memperkenalkan diri.

Tak cuma mendekati calon konstituen, para bakal calon ini mau tidak mau juga harus menjalin komunikasi politik dengan partai.

Sebab, partai merupakan kendaraan utama, selain melalui jalur independen, untuk bisa menjadi calon dan bertarung dalam pemilihan nanti.

Untuk Pilgub 2018 di NTT, tak ada partai yang bisa mengusung kader atau jagoannya tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Sebab, sesuai UU pemilihan kepala daerah, syarat minimal untuk bisa mengusung satu pasangan calon adalah minimal memiliki 20% kursi di DPRD atau 25% suara sah pada pemilihan legislatif terakhir.

Di NTT, dari total 65 anggota di DPRD tak ada partai yang menguasai 20% kursi atau memiliki minimal 13 kursi.

Partai Golkar sebagai partai dengan kursi terbanyak hanya memiliki 11 kursi atau 16,92%. Saat ini, salah satu calon dari partai Golkar yang disebut-sebut maju dalam pemilihan gubernur nanti adalah Ibrahim Agustinus Meda, yang saat ini menjadi anggota DPD RI. Selain itu, ada juga nama Melki Laka Lena, politisi muda Golkar asal Ende. Agar bisa mengusung kadernya, Golkar minimal mendapatkan dukungan dua kursi lagi.

PDI-P juga setali tiga uang. Partai yang diketuai oleh Frans Lebu Raya di NTT ini, hanya mempunyai 10 kursi di DPRD atau 15,38% dari total jumlah kursi.

PDI-P sudah memperkenalkan empat nama sebagai bakal calon yaitu Lucia Adinda Lebu Raya,Raymundus Sau Fernandez,Daniel Tagu Dedo dan Kristo Blasin. Agar bisa mengusung satu pasangan calon, PDI-P harus minimal mendapatkan tiga kursi lagi.

Demikian juga dengan Gerindra dan Demokrat. Dua partai ini masing-masing hanya memiliki delapan kursi.

Gerindra sudah dengan percaya diri mengusung dua kader sendiri untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yaitu Eston Foenay dan Christian Rotok.

Sedangkan dari Demokrat, nama yang sudah muncul adalah Beny Kabur Harman.

Gerindra dan Demokrat masih butuh minimal lima kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan calon dalam pilgub nanti.

Nasdem, yang juga memiliki delapan kursi sejauh ini belum mencuatkan nama bakal calonnya kepada publik. Tetapi beberapa hari lalu, ada nama Robert Soter Marut, seorang tentara angkatan udara berpangkat Marsekal Muda.

Robert Marut memiliki hubungan keluarga dengan Johnny G. Plate, petinggi DPP Nasdem. Karena itu, begitu nama Robert Marut muncul ke publik sebagai bakal calon, sebagian orang berspekulasi kemungkinan ia akan diusung Nasdem.

Komposisi jumlah kursi DPRD NTT berdasaran partai (Sumber : Diolah Floresa.co)
Komposisi jumlah kursi DPRD NTT berdasaran partai (Sumber : Diolah Floresa.co)

Melihat komposisi perolehan kursi di DPRD NTT ini, adalah keniscayaan partai-partai akan berkoalisi untuk bisa mengusung satu pasangan calon pada pilgub NTT tahun 2018. Karena itu, sebelum, pertarungan merebut hati masyarakat, pertarungan yang tak kalah seru adalah memperebutkan dukungan partai politik. Boleh jadi, bakal ada yang tak jadi maju, karena gagal meraih dukungan partai politik minimal 20% atau 13 kursi. (PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini