Marsel Jeramun Protes Soal Berita Lando-Noa di TV Nasional

1
2085
Marselinus Jeramun (Foto: Facebook)

Labuan Bajo, Floresa.co – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jeramun tak terima dengan pemberitaan terkait Lando-Noa yang dilansir stasiun televisi nasional.

Menurut Anggota DPRD Fraksi PAN ini, berita yang dilansir media tersebut tidak benar alias bohong.

Marsel tidak menyebutkan secara jelas televisi yang dimaksud dan juga waktu penayangannya. Di Indonesia ada beberapa stasiun televisi nasional seperti Kompas TV, Metro TV, TVOne, Berita Satu TV dan beberapa lainnya.

Catatan Floresa.co salah satu stasiun televisi nasional yang belum lama ini menayangkan berita terkait Lando-Noa adalah Berita Satu TV.

Stasiun TV milik Lippo grup itu melansir berita terkait penahanan Kepala Dinas PU Agus Tama pada Sabtu 11 Maret lalu.

Agus Tama ditahan karena menjadi tersangka dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa. Dalam berita yang dilansir Berita Satu TV itu, disebutkan adanya peran bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula dalam proyek jalan Lando-Noa. (Lihat beritanya di SINI)

”Beberapa waktu lalu saya mendengar pemberitaan media televisi nasional tentang korupsi Lando-Noa,diberitakan bahwa pagu anggaran proyek itu 4 miliar. Dalam pemberitaan yang sama juga kerugian proyek ini lebih dari 4 miliar,”ujar Jeramun saat Rapat Paripurna bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Selasa 21 Maret 2017.

Hadir pada paripurna tersebut, wakil Bupati Maria Geong, Sekda Rofinus Mbon dan seluruh pimpinan SKPD.

Sidang dipimpin ketua DPRD Belasius Jeramun, didampingi dua wakil ketua yakni Fidelis Syukur dan Abdul Ganir.

Jeramun menyebut berita yang ditayang di stasiun televisi nasional itu akan mengganggu citra pemerintah Manggarai Barat.

”Kalau itu dibiarkan ini artinya ada yang disembunyikan oleh pemerintah daerah. Dan kita semua yang terlibat pasti kena semua,”kata Anggota DPRD Fraksi PAN itu.

Marsel menilai pemerintah tidak memberikan respons atas pemberitaan media tersebut.

”Saya tidak mengerti dengan pemerintah daerah ini, responnya terhadap pemberitaan sangat lemah. Padahal pemberitaan tersebut sangat merugikan kita semua,”ujar Jeramun

Ia meminta pemda Manggarai Barat segera melakukan pembelaan terkait pemberitaan kasus Lando-Noa itu.

”Saya minta berdayakan bagian hukum dan lakukan pembelaan. Lakukan pembelaan terhadap daerah ini. Bagaimana pemberitaan bohong kita biarkan. Dibuli habis-habisan, tapi kita biarkan,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini