Jenguk Agus Tama, Bupati Dula Menangis

0
4110
Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula saat meninggalkan kantor Polres Mabar usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi Lando-Noa pada 29 Desember 2016. (Foto: Ferdinand Ambo)

Labuan Bajo, Floresa.co – Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula meneteskan air mata saat menjenguk bawahannya, Agus Tama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang kini ditahan polisi.

Tama mendekam di tahanan Polres Mabar sejak Jumat, 10 Maret 2017 sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalan di jalur Lando-Noa, Kecamatan Macang Pacar.

Dula menyambangi Tama pada Senin, 13 Maret 2017. Ia tiba di Polres pada pukul 08.15 Wita, ditemani beberapa pegawai dari Dinas PU dan keluarga dekat Tama.

Sumber Floresa.co yang ikut menyaksikan perjumpaan Dula dengan Tama, menyebut bupati dua periode itu sempat menangis.

“Pa bupati menangis ketika Kadis PU berdiri di depannya,” ujar sumber tersebut.

Sumber itu menambahkan, ada juga pengunjung lain yang ikut menangis, termasuk Tati Ehok, yang berdiri di samping Dula. Tati, yang suaminya kerja di Dinas PU Mabar, ikut bersama rombongan Dula menjenguk Tama.

Pertemuan itu juga ikut disaksikan oleh Kapolres Mabar, AKBP Supiyanto bersama sejumlah anggota polisi.

Dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa yang menjerat Tama mencuat sejak 2015 lalu. Sejak September 2015, penyidik Polres Mabar memeriksa sejumlah pejabat di Mabar terkait proyek senilai hampir Rp 4 miliar ini.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Sinar Lembor Indah melalui mekanisme penunjukkan langsung. Berdasarkan keterangan Vinsen, Direktur CV Sinar Lembor Indah, pihaknya ditelepon langsung Bupati Agustinis Ch Dula untuk mengerjakan proyek ini.

Dula pun sudah diperiksa penyidik pada Kamis 29 Desember 2016 lalu. Selain diduga menelepon langsung pihak kontraktor, Dula juga berperan karena memberikan disposisi bencana alam di jalur Lando-Noa sehingga proyek di jalan provinsi itu didanai oleh APBD Manggarai Barat tahun 2014.

Dula kepada Floresa.co tidak membantah soal disposisi itu. Ia menjelaskan, latar belakang lahirnya disposisi tersebut karena ruas jalan Lando-Noa mengalami kerusakan parah di sejumlah titik akibat hujan.

“Maka Dinas PU memberikan nota pendapat dan usul saran kepada bupati untuk bertindak dan bupati setuju dengan menggunakan dana APBD yang telah disiapkan,” ujarnya, Rabu, 16 September 2015.

“Jalan yang rusak parah ada di beberapa titik dan semua sudah diperbaiki. Bagi saya ini tindakan menyelamatkan,” tambahnya.

Ia menegaskan tidak ada kolusi, korupsi dan nepotisme dalam mengerjakan proyek Lando-Noa ini. Semuanya, kata dia, sudah sesuai pedomaan.

Namun, audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT yang selesai pada akhir September 2016 mengungkapkan, ada kerugian negara dalam proyek ini.

Menurut Kapolda NTT saat itu, Brigjen Pol Widiyo Sunaryo, kerugian negaranya mencapai hampir Rp 1 miliar.

“Angka pastinya saya lupa, tapi sekitar Rp 900 juta,” ujarnya kepada Floresa.co. 

Tama, dalam pernyataannya kepada media sebelum ditahan mengungkap peran Dula dalam proyek itu.

Ia mengonfirmasi bahwa proyek itu dikerjakan tanpa melalui proses tender, tetapi dengan penunjukkan langsung, karena ada pernyataan bahwa di jalur itu terjadi bencana.

Pernyataan bencana itu, menurut Tama, dikeluarkan oleh Dula. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini