Frans Sarong (Foto: Flobamora.net)

Floresa.co – Bakal Calon Bupati kabupaten Manggarai Timur, Frans Sarong menyebutkan infrastruktur yang buruk di kabupaten Manggarai Timur merupakan masalah serius yang harus segera dicari solusinya.

Hal tersebut ia sampaikan kepada Floresa.co ketika ditemui di Ruteng, Rabu, 22 Februari 2017.

Menurutnya, mobilitas penduduk di kabupaten Manggarai Timur menjadi terhambat karena infrastruktur yang rusak berat.

Ia menilai pemerintah sebelumnya tidak menempatkan perbaikan infrastruktur menjadi skala prioritas pembangunan. Sehingga hampir seluruh ruas jalan di Manggarai Timur sulit diakses baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Ia menambahkan jalan hotmix dengan jalan lapen nilainya satu kilometer berbanding enam kilometer ketika dinilai dari sisi pagu anggarannya.

“Satu kilometer hotmix untuk 6 kilometer lapen. Jadi kenapa tidak diutamakan jalan lapen dahulu, sehingga akses lancar,” katanya.

Lebih lanjut ia katakan harus ada inisiatif untuk mencari solusi baik dengan pemerintah daerah provinsi maupun dengan pemerintah pusat di Jakarta.

“Jalan rusak kita tidak bisa biarkan begini terus. Kalau tidak ada anggaran permanen, mestinya ada penanganan darurat. Ini soal serius,” tambahnya lagi.

Menurut mantan jurnalis Kompas ini infrastruktur jalan yang bagus merupakan nadi perekonomian. Sebab kata dia semua bidang bisa dikembangkan manakala jalan rayanya beraspal dengan baik.

“Bagaimana kita omong pariwisata kalau jalannya jelek dan tidak bisa dilalui kendaraan?,”ujarnya.

Padahal kata dia di Manggarai Timur banyak situs budaya yang ingin diperkenalkan seperti di Kecamatan Elar dan Sambi Rampas.

Menurutnya infrastruktur menjadi kunci dalam pembangunan sektor pariwisata. Ia mencontohkan negara Singapura dengan jumlah penduduk 6 juta tetapi wisatawannya 16 juta melebihi jumlah penduduk negara itu. Malaysia dengan jumlah penduduk 28 juta sedangkan Wisatawannya 27 juta mendekati angka jumlah penduduknya.

Hongkong, jumlah penduduknya 30 juta sedangkan Wisatawannya 40 juta lebih melebihi jumlah penduduk negara itu.

Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 253 juta jiwa, Wisatawan hanya berkisar 10 juta itu pun sulit diwujudkan.

“Selama infrastrutur tidak dilakukan pembenahan, maka peningkatan industri di bidang pariwisata mimpi di siang bolong,” tukasnya.

Bali kata dia semakin diminati para pelancong karena infrastrukturnya bagus.

Meski Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Manggarai Timur dinilai sangat kecil. Namun ia optimis untuk bisa membangun tentunya dengan skala prioritas.(Ronald Tarsan/Floresa).