Ketua DPRD Manggarai Barat Belasius Jeramun mendatangi lokasi dermaga hotel La Prima, Selasa (14/2). Foto: Ferdinand Ambo/Floresa

Labuan Bajo, Floresa.co – Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat – Flores meminta manajemen hotel La Prima Labuan Bajo untuk menghentikan pembangunan dermaga privat di pantai di belakang hotel tersebut.

Hari ini, Selasa (14/2), sejumlah anggota DPRD dipimpin Ketua DPRD Belasius Jeramun mendatangi lokasi pembangunan dermaga yang terletak di kawasan pantai Pede, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Pembangunan dermaga tersebut sudah nyaris rampung.

Setelah meninjnau lokasi, DPRD meminta Linus Iwo,selaku pemilik hotel untuk segera menghentikan pembangunan dermaga tersebut agar tidak menjadi polemik.

“Mereka nekat bangun, meski hanya baru mendapat rekomendasi. Sekarang kita minta agar pembangunanya di-stop dulu”ujar Ketua DPRD Belasius Jeramun.

Menurut Jeramun, sesuai pengakuan Linus Iwo pihaknya sudah berusaha mendapatkan izin untuk bangun dermaga tersebut.

Namunm izin tersebut belum ada. Meski demikian, mereka nekat membangun.

“Mereka sudah berusaha secara maksimal agar megantongi izin.Tetapi karena prosesnya terlalu lama, mereka terpaksa bangun meski hanya baru mendapatkan rekomendasi,”jelas Jeramun.

BACA: Hotel di Labuan Bajo Bangun Dermaga Privat

Lembaga DPRD kata Jeramun akan segera berkomunikasi dengan pemerintah provinsi selaku pihak berwewenang dalam memberikan izin.

“Besok kita akan bertemu pemerintah provinsi membahas masalah ini,”ujarnya.

Bukan Cuma La Prima

Bernadus Barat Daya, seorang aktivis di Manggarai Barat mengatakan pembangunan dermaga privat di seputaran pantai di Labuan Bajo bukan cuma dilakukan La Prima.

Menurutnya, setidaknya ada beberapa dermanga privat milik sejumlah hotel di Labuan Bajo, seperti Dermaga Putih di Pulau Kanawa dan di daerah Menjaga di tanah milik mantan Ketua DPRD Matheus Hamsi.

“Ada beberapa dermaga yang dibangun di Mabar tanpa melalui proses izin. Karena itu, perlu ditertibkan,”ujarnya.

Terkait pembangunan dermaga milik La Prima, Bernadus juga meinta agar dilakukan sesuai prosedur yang benar.

“Tidak bisa dibangun begitu saja. Pemerintah juga tidak bisa semberono memberikan izin pada siapa pun untuk bangun dermaga, tapi harus melalui kajian lintas ilmu. Semua aspek harus dikaji oleh Pemda,”ujarnya.

Bangun Trotoar Tanpa Izin

Manajemen hotel La Prima juga diketahui membangun trotoar di jalan di depan hotel tanpa sepengetahuan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pekerja Umum Manggarai Barat Agus Tama sempat memarahi pihak La Prima.

”Saya sudah meminta pemilik hotel segera hentikan pembangunan trotoar di depan pintu masuk,”ujar Tama.

DPRD Manggarai Barat juga berang atas pembangunan trotoar tersebut karena dinilai menyalahi aturan karena dibangun di bahu jalan Pantai Pede-Gorontalo.

“Begitu saya liat ada trotoar di bahu jalan, saya langsung kontak Ovan Adu di Dinas PU, meminta penjelasan,”ujar Jeramun.

Pihak PU berjanji akan membongkar trotoar tersebut bila nanti ada perbaikan ruas jalan Pantai Pede-Gorontalo.

Linus Iwo sendiri mengaku siap jika sewaktu-waktu trotoar itu dibongkar.”Kita buat trotoar supaya keliatan rapi,tetapi kalu mau dibongkar demi pembangunan jalan ya silakan saja,”ujarnya.

Ferdinand Ambo/Floresa