Jalan Negara lintas Pantura tepatnya di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, rusak akibat hujan (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Floresa.co – Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Manggarai-Flores beberapa hari belakangan ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan.

Selain itu, beberapa rumah warga juga dilaporkan rusak akibat hujan dan angin kencang.

Pantauan di jalan Reo-Ruteng misalnya, sejumlah pohon tumbang menimpa badan jalan. Titik longsor juga makin bertambah.

Warga di sekitar lokasi berinisiatif memotong sejumlah pohon yang menghalangi badan jalan.

“Kami dimintai uang Rp 5.000 untuk membayar warga yang memotong setiap pohon yang tumbang di ruas jalan Reo – Ruteng,” ujar Ito salah satu pengendara yang melintasi jalur itu.

Pantauan Floresa.co Selasa, 7 Januari 2017 terlihat alat berat sedang membersihkan badan jalan akibat longsor di sekitar wilayah Gapong.

“Tadi malam angin sangat kencang sampai-sampai pohon tumbang. Biasanya hujan deras juga tapi tidak sampai seperti ini,” ujar Frans warga setempat kepada Floresa.co Selasa, 7 Januari 2017.

Hujan deras menyebabkan debit Wae Pesi di Reo meningkat (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)
Hujan deras menyebabkan debit Wae Pesi di Reo meningkat (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ia menambahkan wilayah kabuapten Manggarai dalam beberapa hari terakhir selalu turun hujan diikuti dengan angin kencang. Sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana tanah longsor mereka selalu waspada. Ia melanjutkan cuaca buruk sangat berdampak kepada mata pencaharian sebagian petani.

Pantauan Floresa.co Selasa, 7 Januari 2017 sungai Wae Pesi yang mengalir di sekitar jalan negara Reo – Ruteng terlihat meluap hingga mendekati badan jalan tersebut.

Ronald Tarsan/Floresa