Pertikaian Nyaris Berujung Maut Dua Petani di Wae Ri’i

0
566
Luka di tengkuk Stanislaus Jehanu akibat sabetan parang rekannya Kasianus Matu

Ruteng, Flores.co – Sebuah luka besar menganga di tengkuk atau leher bagian belakang Stanislaus Jehanu. Di bagian sama juga terdapat tiga luka lainnya yang berukuran sedang. Nyaris luka-luka tersebut membuat nyawanya melayang.

Pria 60 tahun itu dibacok rekannya Kasianus Matu (64). Keduanya adalah petani di Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

Selasa (31/1) sekitar pukul 10.00 Wita, keduanya terlibat pertikaian akibat memperebutkan air untuk sawah mereka di Lingko Cimpo Koe.

Kejadian ini bermula saat Jehanu menegur Matu karena menutup selokan air yang mengalir ke areal persawahan miliknya.

Matu mengatakan ia menutup selokan agar air tidak banyak masuk ke peraswahan milik Jehanu.

Tak terima dengan jawaban itu, Jehanu pun memarahi Matu. Tak hanya itu, Jehanu juga memukul Matu dengan bambu.

Matu tak tinggal diam. Setelah berhasil menangkis pukulan bambu dari Jehanu, ia pun memtong kayu dan balik memukul Jehanu.

Tak hanya itu, Matu mencabut parang miliknya dari dalam sarung dan menyerang Jehanu di bagian wajah namun berhasil ditangkis. Tetapi, akibatnya jari telunjuk tangan kanan Jehanu putus.

Lantas, Matu melanjutkan serangannya dengan menebas tengkuk atau bagian belakang leher Jehanu. Akibatnya Jehanu mengalami luka berat pada tengkuk juga kaki kanannya.

Yohanes Beterai (48) saksi mata kepada wartawan mengatakan ia mendengar suara minta tolong.

“Saya mendengar hembusan nafasnya mendesah pelan hampir habis. Karena panik, saya pun langsung menelpon saudari kandung korban (Stanislaus),” ujarnya.

Tak lama kemudian kata Yohanes pihak keluarga Stanislaus datang dan mengevakuasinya ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk mendapat perawatan yang intensif.

Polisi menemukan di TKP sejumlah barang bukti berupa jari telujuk kanan Stanislaus yang terputus, pentungan kayu gamal dua buah, sepotong bambu, dan sebuah parang berserta sarungnya.

Polres Manggarai melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  III Aiptu Seltus Tamat beserta Kapospol Wae Rii Aiptu Jonatan Lembang. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini