Puluhan Warga Kusu Datangi Lokasi Pembunuhan di Mencerite

0
7355
Sejumlah warga Kusu mendatangi lokasi pembunuhan Don dan Alo di Mencerite, Tanjung Boleng. Mereka menggelar ritus wiwit wakar dan congko darah, ritus untuk memanggil pulang arwah Don dan Alo kembali ke Kusu (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Puluhan warga Kampung Kusu desa Pang La’o, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, mendatangi kampung Mencerite desa Tanjung Boleng, kecamatan Komodo, Manggarai Barat (Mabar), Jumat, 20 Januari 2017.

Desa Mencerita merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan dua warga Kusu, Don dan Alo pada Senin, 16 Januari lalu. Keduanya tewas diduga dibunuh warga Kampung Mbehal, Desa Tanjung Boleng, Mabar saat mereka mengawasi penggusuran tanah milik Robert Warga Negara Australia.

Sebelum ke Mencerite, lebih dahulu warga Kusu tersebut ke Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Mabar. Dalam perjalanan dari kampung Kusu, warga itu dikawal Polisi dan Brimob. Terlihat, mereka mengenakan kain songket dan di bagian kepala diikat destar.

Satu diantara warga itu membawa dua ekor ayam jantan juga dua butir telur ayam kampung.

Aleks Raru, salah satu tokoh adat sebelum ke lokasi mengatakan, kehadiran mereka guna menggelar ritus adat di lokasi tewasnya dua saudara mereka. Ritus adat itu dinamakan wiwit wakar dan congko darah.

BACA:Diduga Konflik Tanah, Dua Orang Ini Dibunuh di Mbehal-Manggarai Barat

“Kita akan membersihkan darah mereka yang tercecer di jalanan, kita juga akan mengadakan acara adat sehingga roh mereka kembali ke kampung asal yakni di Kusu dan kampung Lait.”

“Ini wilayah Boleng dan merupakan tanah milik orang. Tanah kedua korban ada di Kusu dan Lait. Karena itu kami datang menjemput mereka,” ujarnya.

Pantauan Floresa.co, ketika tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 11.00 siang, pihak keluarga tidak langsung ke lokasi.

Mereka istirahat makan siang di rumah keluarga mereka yakni Mateus Hamsi, mantan ketua DPRD Mabar.

Usai makan siang, sempat terjadi perdebatan ketika Wakapolres, I Ketut Wijayasa meminta agar mereka yang ke lokasi harus sesuai nama yang ada di kepolisian

Yang tidak ada nama dimohon untuk tidak ikut. Pertimbangannya agar menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Namun, Mateus Hamsi dengan nada tinggi sambil meneteskan air mata agar keluarga yang sudah datang tidak boleh dihalangi.

BACA:Komentar Camat Boleng Soal Kasus Pembunuhan di Mencerite

“Saya jamin Pak, tidak terjadi apa-apa. Mohon jangan dibatasi pihak keluarga yang menjemput saudara mereka,”ujar Mateus.

“Dalam situasi duka seperti ini, mereka sangat kehilangan. Jadi biarkan mereka semua ke lokasi menjemput jiwa kedua saudara mereka yang sudah meninggal,” lanjutnya.

Wakapolres pun menyetujui permintaan Mateus Hamsi.

Merekapun menuju lokasi dikawal aparat dan dipimpin langsung Kapolres Mabar AKPB Supiyanto. (Ferdinan Ambo/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini