Pemkab Manggarai Barat Bongkar Lapak Pedagang di Pasar Batu Cermin

0
894
Satpol PP Manggarai Barat membongkar lapak pedagang yang berlokasi di tempat parkiran Pasar Batu Cermin, Kamis (19/1). Foto: Sirilus Ladur

Labuan Bajo, Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT membongkar paksa sejumlah lapak pedagang di Pasar Batu Cermin Kecamatan Komodo, Kamis (19/1). Lapak-lapak tersebut dibongkar karena berada di lokasi parkiran.

Pembongkaran dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja sekitar pukul 11.00 Wita. Pemerintah mengklaim lapak-lapak tersebut menganggu lalulintas masyarakat yang hendak berbelanja di pasar tersebut.

Beberapa pedagang yang lapaknya dibongkar sempat melakukan perlawanan. Namun, Satpol PP tetap melakukan aksi pembongkaran.

“Saya kecewa dengan pemerintah membokar stan saya tanpa ada konfirmasi,”teriak seorang ibu.

“Ibu kalau tidak puas dan tidak terima, ibu silakan proses hukum pemerintah. Kami tetap bongkar,” jawab Amirulla Kuang, seorang anggota Satpol PP.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Manggarai Barat, Paskalis Pangkur mengatakan sebelumnya mereka sudah meminta pedagang untuk membongkar sendiri lapak mereka.

“Kita kan tidak sembarangan mengambil tindakan. Sebelumnya sudah berkali kali kami peringati secara langsung maupun melalui surat edaran, tapi tampaknya tidak diindahkan oleh pedagang,”ujar Paskalis.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya bersama Satpol PP juga akan membongkar lapak-lapak yang berada di emperan pasar.

Paskalis mengklaim para pedagang yang lapaknya dibongkar ini akan dipindahkan ke pasar baru di Desa Gorontalo.

Thrya Usman, seorang pedagang yang lapaknya dibongkar mengaku kecewa dengan Kepala Dinas Peridakop, Edward. Menurutnya, sebelum membuka lapak para pedagang telah bertemu Edward di rumahnya.

“Kami ketemu Pak Edwar di rumahnya secara adat Manggarai untuk mengizinkan kami menjual di pasar Batu Cermin. Jawaban beliau boleh bangun dan jual, asalkan rapi,”ujar Usman.

Usman mengatakan para pedagang juga sudah membayar retribusi sebesar Rp 1 juta untuk setahun.

“Kalau kami hari ini dibongkar kami bisa demo besar-besaran pak Edward di kantornya karena dia suruh kami bagun,”ujarnya. (Sirilus Ladur/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini