Diduga Konflik Tanah, Dua Orang Ini Dibunuh di Mbehal-Manggarai Barat

3
22932
Dua orang tewas karena kasus sengketa tanah di Mencerite, Manggarai Barat, Senin 16 Januari 2017

Labuan Bajo, Floresa.co – Diduga oleh konflik tanah, dua orang tewas dibunuh di Mbehal, desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat pada Senin, 16 Januari pada pukul 10.00.

Masing-masing korban diketahui bernama Alo (45) tahun dan Don (50). Keduanya berasal dari kampung Kusu, kecamatan Ruteng, Kab. Manggarai.

Dari informasi yang dihimpun floresa, kedua korban dan tiga orang lain dipekerjakan untuk menjaga tanah milik seorang warga Australia bernama Robert. Hari ini adalah hari pertama mereka mulai bekerja.

Saat pertikaian berlangsung, tiga orang berhasil menyelamatkan diri.  

Kini kedua korban sudah dievakuasi oleh polisi untuk diotopsi lebih lanjut.

Sementara itu, polisi juga mengamankan tiga puluh orang yang terlibat dalam kasus ini. Kebanyakan pelaku diduga dalam keadaan mabuk saat menghabisi korban.

Untuk diketahui, Menjerite termasuk salah satu kawasan yang rawan konflik tanah. Jaraknya sekitar 5 km dari pusat kota Labuan Bajo membuat daerah ini menjadi “pasar tanah” sejak Pariwisata semakin menggeliat di Labuan Bajo. (Ferdinan Ambo/ARJ/Floresa).

 

Advertisement

3 Komentar

  1. Kejadian ini menjadi sebuah refleksi bagi kemajuan bisnis pariwisata di Labuan Bajo.

  2. Mabar sangat rawan masalah tanah. Dampaknya 1. persengketaan tanah tensinya makin tinggi. 2. Investor jadi takut investasi di Mabar. Solusinya 1. Harus ada niat pemerintah membantu biaya pensertifikatan tanah sesuai aturan main. 2. Penegak hukum pertu melaksanakan PP No.24 thn 1997 tentang pendaftaran tanah terutama pasal 31 dan 32.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini