Uskup Ruteng, Mgr Hubert Leteng Pr saat mengunjungi lokasi tambang di Serise, Manggarai Timur. (Foto: JPIC-OFM)

Floresa.co – Persoalan tambang kembali mengemuka di Manggarai; setelah Bupati Deno Kamelus memberikan lampu hijau untuk kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Masterlong Mining Resources (MMR).

Perusahaan ini hendak melakukan eksplorasi mangan di Kecamatan Reok Barat, tepatnya di Blok Nggalak dan Blok Maki, keduanya berada di Desa Kajong.

Penerbitan Izin Usaha Pertmabangan (IUP) memang bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten karena telah dialihkan ke pemerintah provinsi sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Tetapi pemerintah kabupaten masih memiliki kewenangan penting sebelum gubernur menerbitkan IUP. Kewenangan bupati adalah memberikan rekomendasi terkait Amdal. Bila Amdal disetujui bupati, maka hampir pasti IUP akan diterbitkan.

Pemerintah kabupaten Manggarai yang saat ini dipimpin Bupati Deno Kamelus dan Wakil Bupati Victor Madur sudah mulai membahas kajian Amdal PT MMR. Tampaknya, kajian Amdal itu diterima, meski dengan sejumlah perbaikan.

Bila kelak IUP PT MMR ini terbit, maka ini akan menambah jumlah IUP di Manggarai. Sebelumnya, sejak 2009 atau saat Deno Kamelus masih menjadi wakil bupati berpasangan dengan Christian Rotok, sudah ada banyak IUP yang telah diterbitkan dan beroperasi di Manggarai.

Selama kurun waktu itu juga berbagai elemen masyarakat termasuk yang dimotori Gereja Katolik Manggarai melakukan gerakan menolak pertambangan di Manggarai.

Berikut sejumlah IUP yang ada di Manggarai yang diperoleh Floresa.co dari data Kementerian ESDM.

  1. PT Nusa Energy Raya, luas areal 173.1 hektar. Izin IUP operasi produksi mangan diberikan pada 5 Desember 2009.
  2. PT Tribina Sempurna, luas 1.956 hektar Izin IUP eksplorasi logam mineral dasar diberikan pada 12 Januari 2010.
  3. PT Sumber Alam Antarnusa. Perusahaan ini memiliki dua IUP yang terdiri atas satu IUP eksplorasi mangan seluas 3.675 hektar yang terbit pada 19 November 2009. Kemudian satu lagi IUP operasi produksi mangan yang juga terbit pada 19 November 2009 seluas 196 hektar.
  4. PT Indomineral Resources. Perusahaan ini memiliki enam IUP mangan di Managgarai yang terdiri atas tiga IUP eksplorasi dan tiga lainnya sudah produksi. Total luas semuanya 6.231,7 hektar. IUP-IUP ini diterbitkan pada tahun 2009 dan 2011.
  5. PT Tribina Sempurna, luas 4.795,3 hektar. IUP eksplorasi logam mineral dasar perusahaan ini terbit pada 12 Januari 2010.
  6. PT Rakhsa Internasional Mining. Perusahaan ini memiliki IUP operasi produksi mangan seluas 30 hektar yang terbit pada 9 Juni 2009.
  7. PT Tamarindo Karya Resources. Perusahaan ini memiliki IUP eksplorasi mangan seluas 1.481 hektar yang terbit pada 19 Desember 2009.
  8. PT Sumber Jaya Asia. Perusahaan ini memiliki dua IUP operasi produksi mangan seluas 725,33 hektar yang terbit pada tahun 2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here