Terkait Dugaan Pencemaran Hosti, PMKRI: Umat Katolik Harus Tetap Tenang

0
1048
Aparat sedang mengamankan empat orang yang dituding mencemarkan hosti di Gereja Katedral Kupang, meski kemudian mereka disinyalir hanya keliru masuk Gereja. (Foto: Facebook Yustin Nalle Hwi)

Floresa.co – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) meminta agar umat Katolik tetap tenang dan mengambil sikap bijak berhadapan dengan kasus dugaan pencemaran hosti yang sempat ramai pada Minggu kemarin, 18 Desember 2016.

Kristoforus Mbora Kaka, Ketua PMKRI Cabang Kupang mengatakan, umat Katolik tidak boleh terprovokasi dan terpancing, berhubung kata dia, informasi terakhir yang mereka dapat, hal itu bukan karena sengaja, tetapi karena ketidaktahuan pelaku.

“Pasalnya, bisa saja kejadian ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba sesama umat Kristen,” katanya.

“Umat harus tetap tenang, tidak main hakim sendiri dan percayakan sepenuhnya kepada pihak aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,” lanjut Kristo.

Ia pun meminta agar jangan membuat isu ataupun gerakan yang bisa membuat situasi semakin keruh.

Kepada aparat penegak hukum, ia berharap senantias berjaga-jaga agar dalam momen persiapan Natal ini umat Katolik dan Kristen bisa tenang dan siap diri untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat dengan hati yang damai.

“Karena ada dugaan indikasi orang luar datang merusak suasana Natal di NTT. PMKRI siap membantu pihak keamanan untuk menjaga situasi aman dan tenang,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat orang yang diidentifikasi sebagai Kristen Protestan mengikuti Misa di Gereja Katedral Kupang, Minggu. Mereka, yang sempat menyambut komuni dicurigai umat yang hadir, lalu digiring keluar Gereja.

Pasca insiden itu, media sosial Facebook diramaikan oleh kabar terkait hal ini, di mana juga berkembang liar isu terkait keberadaan keempat orang itu.

Namun, setelah diinvestigasi polisi, mereka disebut tidak memiliki niat jahat. Mereka yang berprofesi sebagai pelaut sebelumnya hendak beribadah di Gereja Protestan, namun saat mereka tiba di Gereja tersebut, ibadah sudah bubar. Akhirnya mereka mencari Gereja lain dan kemudian masuk ke Gereja Katedral.

Salah satu dari mereka kemudian kabur, saat diamankan. Polda NTT sudah membebaskan tiga orang yang sempat ditahan setelah diiterogasi, di mana Pastor Paroki Katedral Kupang dilibatkan. (TIN/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini