Pemuda Katolik Apresiasi Reaksi Umat di Kupang Terkait Dugaan Pencemaran Hosti

0
826
Yuvens Tukung, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kupang. (Foto: Facebook)

Floresa.co – Organisasi Pemuda Katolik mengapresiasi sikap umat Katolik yang hadir dalam Misa di Katedral Kupang, Minggu 18 Desember saat menghadapi kasus dugaan pencemaran hosti.

Yuvens Tukung, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kupang mengatakan, mereka berterima kasih kepada umat yang dengan tenang mengarahkan orang-orang yang diduga mencemarkan hosti ke pastoran dan tidak melakukan tindakan kekerasan.

“Apresiasi yang sama dan terima kasih kepada Pastor Yulius Yasinto SVD sebagaimana saat itu berperan memimpin Misa dan langsung memberikan himbauan bersifat menenangkan umat yang hadir,” katanya.

Ia menegaskan, Pemuda Katolik memandang ini adalah langkah tepat sehingga masalah ini tidak bias dan merupakan cerminan kedewasaan umat Katolik dalam bersikap.

“Tentu sikap seperti ini yang mesti terus kita pelihara ke depannya dalam menghadapi atau menanggapi berbagai persoalan yang mengancam memecah belah keutuhan dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Sebagaimana menjadi hasil proses tindak lanjut kasus ini, kata dia, baik di pastoran maupun oleh pihak kepolisian di Polresta Kupang, dapat dijelaskan bahwa sesungguhnya yang terjadi adalah keempat orang yang diduga itu salah masuk tempat ibadah atau harusnya mereka masuk di Gereja Kristen Protestan.

“Ini dapat dimaklumi karena mereka bukanlah warga kota Kupang, tetapi warga dari luar, yaitu Sulawesi yang secara kebetulan sudah satu minggu kapalnya bersandar di Kupang sambil menanti jadwal bongkar muatan,” katanya,

“Mereka sesungguhnya hanya ingin beribadah,” lanjut Yuvens.

Untuk itu, persoalan ini, kata dia, tidak perlu dibesar-besarkan dan meminta kepada pengguna media sosial untuk secara bijak dan benar memberikan atau menanggapi berbagai informasi yang berkembang

“Kami, dalam menyongsong hari Perayaan Natal dan tahun baru meminta kepada pemerintah daerah dan pihak keamanan untuk dapat memastikan sistem keamanan yang ketat dan umat Katolik khususnya serta masyarakat kota Kupang umumnya diharapkan ikut mendukung dengan sikap tetap tenang dan tidak terprovokasi demi tetap terjaminnya ketentraman sosial,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat orang yang diidentifikasi sebagai Kristen Protestan mengikuti Misa di Gereja Katedral Kupang, Minggu. Mereka, yang sempat menyambut komuni dicurigai umat yang hadir, lalu digiring keluar Gereja.

Salah satu dari mereka kemudian kabur, saat diamankan.

Pasca insiden itu, media sosial Facebook diramaikan oleh kabar terkait hal ini, di mana juga berkembang liar isu terkait keberadaan keempat orang itu.

Namun, setelah diinvestigasi polisi, mereka disebut tidak memiliki niat jahat. Polda NTT sudah membebaskan tiga orang yang sempat ditahan setelah diiterogasi, di mana Pastor Paroki Katedral Kupang dilibatkan. (TIN/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini