Ketua PSE KWI Ajak OMK di Labuan Bajo untuk Berwirausaha

0
396
Ketua PSE KWI Mgr John Philip Saklil Pr mengajak OMK di Labuan Bajo Manggarai Barat untuk menjadi wirausaha (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co –  Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr John Philip Saklil Pr mengajak Orang Muda Katolik (OMK) di Keuskupan Ruteng terutama OMK di Labuan Bajo Kabuapten Manggarai Barat – Flores untuk memanfaatkan peluang-peuang usaha yang tersedia di tengah proses pembangunan di daerah itu.

Mgr John yang juga Uskup Keuskupan Timika mengatakan peluang usaha sangat terbuka lebar di Labuan Bajo karena merupakan daerah destinasi wisata yang sedang berkembang. Ia berharap agar OMK tak hanya menjadi penonton di tengah proses pembangunan itu.

”Jangan biarkan masyarakat lokal menjadi penonton terhadap peluang yang ada,”ujarnya saat menggelar seminar ‘Mendorong Kaum Muda Berwirauaha’ di Kevikepan Labuan Bajo, Minggu, (10/12/2016).

Acara ini digelar atas kerja sama Kevikepan Labuan Bajo bersama Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Konferensi Waligerja Indonesia (KWI).

Mgr Jhon selaku ketua PSE KWI menegaskan OMK di Labuan Bajo harus segera merintis usaha. KWI kata dia memiliki dana untuk membantu memfasilitasi usaha OMK.

“Di KWI ada program pemberdayaan dan setiap keusukupan ada jatah empat proposal. Dana untuk satu buah proposal sebesar Rp 30 juta,”ujarnya.

Dana itu kata dia dikucurkan selama tiga bulan dalam setahun. Untuk memperoleh dana itu, OMK diminta berkoordinasi dengan keuskupan atau keivikepan.

Mgr John berjanji akan mendatangkan para ahli untuk mendampingi para OMK yang sudah memulai usahanya di Labuan Bajo.

”Jika usaha kalian sudah berjalan dan berkembang, kami siap datang mendampingi dengan sejumlah ahli,”ujarnya.

Dia juga meminta OMK untuk menjadi garda terdepan menjaga tanah milik masyarakat yang kian hari terus terjual akibat banyaknya investasi.

“OMK wajib memproteksi kebijakan yang menggusurkan masyarakat lokal. Apalagi OMK Labuan Bajo ini berada di pusat kota, sehingga sangat mudah untuk melakukan pengawasan. OMK wajib menjadi pagar yang menopang masyrakat,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini