Romo Silvi Mongko Kritik Praktek Demokrasi Lewat Buku

0
854
Romo Silvianus Mongko Pr, Kepala Sekolah SMA Seminari Pius XII Kisol. (Foto: dok. pribadi)

Floresa.co – Romo Silvianus Mongko Pr, imam Keuskupan Ruteng, menerbitkan sebuah buku kajian kritis terkait praktek demokrasi di Indonesia.

Buku berjudul “Demokrasi Minus Diskursus” yang diterbitkan oleh Penerbit Ledalero, Maumere itu, menurutnya, merupakan bentuk sumbangannya untuk pencerahan politik.

Buku tersebut, kata dia, berisi kumpulan artikel yang pernah dimuat di berbagai media, baik lokal maupun nasional.

“Sebagian besar berisi ulasan kritis terhadap berbagai penyimpangan penyelenggaraan kekuasaan di level lokal pun nasional,” kata Romo Silvi baru-baru ini.

Kritik dalam buku itu, jelas dia, merupakan respon atas diskursus demokrasi selama ini yang masih terjebak pada aspek prosedural, sebatas pembicaraan dan perjuangan meraih kekuasaan.

“Seakan-akan bicara demokrasi itu sebatas Pemilu melulu. Setelah Pemilu, ada proses bayar-membayar utang balas budi dan balas dendam. Rakyat lepas tangan sehingga kekuasaan sering berjalan tanpa kontrol,” tegasnya.

Operasi kekuasaan, kata dia, berjalan tanpa kenal baik apa yang menjadi kepentingan riil arus bawah karena masyarakat tak peduli lagi dengan politik pasca Pemilu.

“Kekuasaan jalan lain, rakyat jalan lain,” kata imam yang juga staf pengajar di Seminari Pius XXII Kisol ini.

“Akhirnya demokrasi tanpa substansi, karena terjebak hanya pada perang rebut kuasa melulu,” lanjutnya.

Karena itu, kata dia, masyarakat sendiri perlu mengambil peran dalam diskursus demokrasi.

“Dengan terlibat aktif dalam diskursus itu, maka rakyat bisa ikut mengontrol jalannya kekuasaan,” jelasnya.

Ia berharap buku ini bisa menjadi sumbangan kritis bagi diskursus demokrasi, terutama dalam rangka pertobatan sistem dan pelaku kekuasaan yang menjauh dari tujuan hakikinya serta  menyadarkan masyarakat tentang hak-hak mereka sebagai civil society.

Buku ini merupakan karya pertama Romo Silvi. Sebelumnya, ia menjadi editor untuk buku Jejak Sang Gembala (2010) dan Menabur Kesetiaan, Memuliakan Panggilan (2015).

Romo Silvi sudah biasa menulis sejak frater. Ia pernah menjadi ketua penyunting BIDUK, jurnal ilmiah Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret dan staf redaksi AKADEMIKA, jurnal ilmiah senat Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero.

Selama menjadi imam, Romo Silvi masih sangat aktif menulis artikel populer terkait isu-isu sosial, politik dan kemanusiaan.

Kini, tulisannya sering muncul di Flores Pos, Pos Kupang, dan Media Indonesia. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini