Akun FB Provokator Isu Agama Catut Foto Pastor Steph Within SVD

0
1979
Pastor Steph Tupeng Within SVD. (Foto: Ist)

Floresa.co – Foto Pastor Steph Tupeng Within, seorang imam Katolik dari Serikat Sabda Allah (SVD) dicatut oleh salah seorang pengguna media sosial Facebook yang menyebar isu provokatif soal agama.

Pemilik akun tersebut dengan nama “Petrus Yohanes” menggunakan foto Pater Steph sebagai foto profilnya.

Hal itu tersiar setelah beredar sebuah gambar yang memperlihatkan postingan Petrus Yohanes – kemungkinan di salah satu grup Facebook – di mana ia membanding-bandingkan agama Islam dan Katolik.

Dalam postingan itu, di mana ia mempublikasi dua foto umat Islam yang tampak sedang berunjuk rasa, ia memuji umat Islam, terkait perjuangan mereka mencari keadilan yang ia anggap kompak dan pantang menyerah.

Petrus Yohanes yang mengaku sebagai orang Katolik menyatakan, hal itu tidak ia temukan dalam agama Katolik yang ia anut.

Di bawah postingan itu, terdapat sejumlah komentar yang menuding akun itu sebagai akun palsu.

Ada juga pengguna Facebook yang mengisi kolom komentar dengan menyalin tautan tulisan Pater Steph yang pernah dimuat di Floresa.co, di mana di dalam tulisan terdapat fotonya.

Gambar yang viral di media sosial, memperlihatakan akun FB Petrus Yohanes dengan tulisan Pastor Pastor Steph Tupeng Within SVD di Floresa.co. (Foto: Ist)
Gambar yang viral di media sosial, memperlihatakan akun FB Petrus Yohanes dengan tulisan Pastor Pastor Steph Tupeng Within SVD di Floresa.co. (Foto: Ist)

Foto layar status tersebut dan artikel Pater Steph di Floresa.co kemudian digabungkan ke dalam sebuah gambar, di mana ditulis “akun palsu, catut Katolik, catut foto orang,” yang lalu menjadi viral di media sosial.

Dihubungi Floresa.co, Rabu, 30 November 2016 terkait masalah ini, Pater Steph mengaku sangat kaget.

“Saya tidak pernah memiliki akun seperi itu. Saya juga tidak punya akun Facebook. Saya tidak tahu siapa yang lakukan itu,” katanya.

Ia menjelaskan, media sosial memang bukan ruang hampa karena ada banyak kepentingan yang bermain.

“Publik mesti cerdas membaca media sosial agar tidak termakan provokasi dangkal,” ungkapnya.

Imam yang juga Pemimpin Redaksi Harian Flores Pos, koran lokal yang berbasis di Ende-Flores itu menduga-duga, jangan-jangan akun palsu itu terkait dengan masalah yang dihadapi Flores Pos baru-baru ini, di mana media itu dilapor ke Dewan Pers karena menulis tajuk yang kritis terhadap dugaan kongkalikong pemerintah dan kontraktor di Ende.

Jika benar demikian, di mana ada pihak yang ingin mencemarkan namanya, kata dia, pihaknya tidak akan bungkam.

Ia pun berpesan agar pengguna media sosial lebih beradab dalam menyampaikan pesan.

“Pesan jahat melalui media sosial dengan mencatut nama saya sangat tidak beradab dan dari sisi kemanusiaan sangat menjijikkan,” tegasnya.

Penelusuran Floresa.co, akun Petrus Yohanes itu tampaknya baru dibuat.

Di kolom pekerjaan pada akunnya, ia menulis bekerja pada Gereja Katolik. Sementara tempat asal, ia mengklaim berasal dari Lewoleba, Nusa Tenggara Timur dan kini tinggal di Kupang.

Kecaman terhadap Petrus Yohanes mengalir di laman akunnya, di mana ia dianggap melakukan provokasi terhadap isu agama.

“Akun PALSU, itu foto profil curian ..” tulis pemilik akun Edward Tandjaj.

“Akun palsu ini, liat aja tgl buatnya tgl brp? masih baru bener dan kawannya cuma dikit…fix akun abal abal,” demikian komentar lain dari Charles Bonar Hatorangan Situmorang. (ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini