Foto layar website Direktori Pariwisata NTT. (Foto: Ist)

Floresa.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didesak membekukan situs direktori pariwisata, berhubung foto-foto yang dipakai dalam situs tersebut tanpa ada izin dari para pemiliknya.

Desakan itu disampaikan lewat sebuah petisi di situs Change.org. Petisi bertajuk “Save Karya Foto Photographer NTT” itu diinisiasi oleh sebuah grup yang menyebut diri Support Fotografer NTT.

Dalam petisi itu dijelaskan bahwa “foto-foto karya fotografer lokal dicatut dan digunakan oleh Dinas Pariwisata tanpa ijin dan tanpa pemberitahuan.”

“Hal ini membuat banyak fotografer lokal resah karena merasa karya dan kerja mereka tidak dihargai sama sekali,” demikian bunyi petisi itu.

Padahal, kata mereka, karya fotografi memiliki value atau nilai.

“Dan, siapapun tidak bisa merendahkan atau menganggap sepeleh karya orang lain yang telah bersusah payah menghabiskan dana, waktu, perhatian dalam menghasilkan foto,” demikian kata mereka.

Mereka menegaskan, dalam kepentingan promosi pariwisata Indonesia, baik nasional maupun daerah, tentu membutuhkan dukungan berupa foto.

“Sayang sekali, bila foto-foto didapatkan secara ilegal, tanpa izin, atau seperti pencuri.”

Mereka pun mendesak Dinas Pariwisata untuk menghargai karya cipta para fotografer lokal.

“Sungguh tidak elok, bila instansi pemerintah melakukan tindakan tidak terpuji,” kata mereka.

Mereka meminta agar situs tersebut dinonaktifan hingga didapatkan kebijakan mengenai penggunaan foto-foto mereka.

Selain itu, mereka menuntut adanya permintaan maaf dari Dinas Pariwisata atas hal ini.

Munculnya petisi tersebut bermula dari pengakuan Edyra Guapo, salah satu pemilik foto melalui akun Facebook-nya.

Ia menyatakan, ada fotonya yang diambil oleh Dinas Provinsi NTT tanpa izin. Tidak hanya itu, keterangan foto atau caption yang disematkan pada foto tersebut juga salah.

Postingan di Facebook Edyra Guapo yang kemudian disebar oleg fotografer Valentino Luis. (Foto: Facebook)
Postingan di Facebook Edyra Guapo yang kemudian disebar oleg fotografer Valentino Luis. (Foto: Facebook)

Postingan tersebut yang disebar oleh seorang fotografer, Valentino Luis di akun Facebooknya mendapat beragam komentar.

“Beking malu malu sa. Mohon basodara fotografer cek foto2 kalian di situs ini, kalau ada yg dimuat tanpa izin, tegur sa, atau minta take down situsnya. Sama sama belajar menghargai,” tulis Valentino.  (ARL/Floresa)