Agar Terakreditasi, RSUD Ruteng Harus Perbaiki Pelayanan

0
900
Bambang Wibowo dan Elisabeth Elfrida Adur sedang berbincang-bincang (Foto: Ronald Tarsan/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Jumat petang akhir pekan lalu, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr Ben Mboi Ruteng dikunjungi tamu istimewa. Dia adalah dr Bambang Wibowo yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Dokter Bambang mampir ke RSUD Ben Mboi setelah menghadiri peresmian sebuah rumah sakit di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Di Ruteng selain diterima Direktris RSUD Ruteng dr Elisabeth Elfrida Adur, jejaran pemerintah daerah yaitu Bupati dan wakil bupati Manggarai turut menerima kehadirannya.

Dalam kesempatan kunjungan yang mendadak ini, Bambang menyampikan pesan kepada manajemen RSUD Ruteng dan juga pemerintah daerah agar memperbaiki pelayanan di rumah sakit ini. Ini sebagai syarat agar RSUD dr Ben Mboi ini mendapat akreditasi dan kelak lebih banyak mendapat kucuran dana dari pusat.

Ia juga menjelaskan di provinsi NTT memiliki satu RSUD rujukan provinsi yaitu RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang. Sementara RSUD dr. Ben Mboi Ruteng merupakan salah satu RS rujukan regional.

Untuk memperoleh akreditasi ujar Bambang pihak Rumah Sakit harus menjaga keselamatan pasien, fasilitas dan master plan disiapkan secara bagus.

Saat ini RSUD dr. Ben Mboi masih berstatus Rumah Sakit tipe C.

“Bagaimana meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Kesehatannya baik serta kualitas SDM juga harus ditingkatkan. Kesehatan merupakan faktor terpenting dalam pembangunan manusia dengan demikian masyarakat dapat meningkatkan daya saing” jelasnya.

Fasilitas RSUD Ben Mboi dinilai masih memiliki beberapa kendala diantaranya, ruangan bersalin yang terbatas, jumlah dokter, dan sumber daya manusia yang belum memadahi.

“Kami akan alokasikan anggaran agar memperbaiki fasilitas RSUD dokter Ben Mboi Ruteng. Tapi siapkan dulu perencanaannya untuk mendapatkan akreditasi” ujarnya dalam kunjungan itu dihadapan pihak RSUD dr Ben Mboi.

“Perencanaannya harus bagus. Perencanaan kurang matang makanya dananya minim dicairkan. Pengadaan barang dan jasanya juga harus bagus” ungkap Bambang.

Lebih lanjut dikatakannya, Ada 144 rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah ditetapkan menjadi Rumah Sakit rujukan. Diantaranya, 14 RS rujukan nasional, 20 RS rujukan provinsi, 110 RS rujukan regional.

“Untuk itu, saya meminta bupati Manggarai dan direktur untuk disegerakan akreditasi RSUD dr Ben Mboi. Dengan begitu tata kelola medisnya baik. Perencanaannya bagus dan merubah SDM, sehingga efektifitas pelayanan terhadap masyarakat dapat terwujud” tambahnya.

“Minta tolong untuk mendorong pa bupati. Kalau ada APBNP nanti kami akan alokasikan kalau ada usulan pembangunan fasilitas baru RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Seharusnya lebih banyak diterima pegawai yang memiliki SDM seperti dokter – dokter bukan pegawi administratif” ujar dr. Bambang Wibowo kepada Bupati Deno Kamelus dalam kesempatan tersebut.

Pada kesempatan itu pula, bupati Deno Kamelus mengapresiasi kehadiran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan itu.

Pemda kata Deno akan mendorong agar RSUD dr Ben Mboi dapat segera terakreditasi. Apa yang kurang pihaknya akan berusaha untuk memperbaikinya. Bagaimana menata kembali pelayanan kesehatan yang belum maksimal.

“Kami akan terus menerus mendorong agar RSUD dr Ben Mboi segera terakreditasi” katanya.

Deno Kamelus juga menyampaikan terma kasih kepada dr. Bambang Wibowo karena meluangkan waktunya untuk datang ke Ruteng disela sela kesibukannya yang padat dalam peresmian salah satu RS di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Kami upayakan dengan penuh semangat untuk memwujudkan apa yang diharapkan oleh kita semua” janji Deno.

Ia menegaskan untuk mendapatkan akreditasi menjadi kelas b adalah tugas bersama, untuk membenah sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. (Ronald Tarsan/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini